Sabtu, 24 Oktober 2026 WIB
BREAKING
INTERNASIONAL

Jane Doe Merasa Tak Didukung Presiden Cornell Usai Kasusnya

Surat Jane Doe di tengah perdebatan senat fakultas Cornell
Surat Jane Doe menjadi bahan pertimbangan senat fakultas Cornell menjelang pemungutan suara mosi tidak percaya. (Ilustrasi: AI)

ITHACA — Jane Doe, mantan mahasiswa Cornell University yang menuduh tujuh pria memperkosanya di sebuah rumah persaudaraan, mengatakan komentar Presiden Cornell Michael Kotlikoff membuatnya merasa tidak didukung. Dalam surat kepada senat fakultas bertanggal 14 Oktober, ia menyampaikan hal itu menjelang pembahasan mosi tidak percaya terhadap administrasi universitas.

Kasus ini kini menjadi bagian dari perdebatan tentang cara Cornell merespons laporan kekerasan seksual di kampus. Para anggota senat fakultas telah mulai membahas mosi itu dan dijadwalkan bertemu kembali pada 28 Oktober sebelum melakukan pemungutan suara elektronik.

Surat Doe, yang kini berusia 22 tahun, diperoleh The New York Times dan Associated Press. The Guardian juga melaporkan bahwa ia ingin memberikan informasi yang dapat dipertimbangkan anggota senat, bukan mengarahkan pilihan mereka.

Jane Doe mempertanyakan respons administrasi Cornell

Dalam suratnya, Doe menulis bahwa ia diberi tahu Kotlikoff pernah menanyakan mengapa laporan mengenai dugaan serangan itu baru disampaikan setelah jeda waktu. Ia menyebut komentar tersebut memengaruhi kepercayaannya terhadap pimpinan universitas.

“Itu mengurangi kepercayaan saya terhadap kemampuan administrasi untuk menyikapi pengalaman saya dengan pemahaman, kepekaan, dan keadilan yang saya harapkan dari sekolah yang pernah menjadi impian saya,” tulis Doe.

Doe mengatakan tujuannya menyampaikan surat adalah agar para anggota fakultas memiliki informasi sebelum memberikan suara. Ia menegaskan tidak bermaksud menentukan bagaimana senat harus menilai kisahnya, melainkan memberikan keterangan yang dapat mereka pertimbangkan atau telusuri lebih lanjut.

Juru bicara Cornell menyampaikan kepada The New York Times bahwa Kotlikoff memang pernah mengajukan pertanyaan serupa, tetapi bukan kepada Doe. Menurut pihak universitas, pertanyaan itu ditujukan kepada orang-orang di sekitar kejadian yang tidak menggunakan saluran pengaduan anonim Cornell, meski percakapan tentang insiden tersebut beredar di media sosial pada Oktober 2024.

Juru bicara itu mengatakan Kotlikoff tidak sedang mempertanyakan keputusan Doe untuk melapor. Keterangan universitas tersebut memberi konteks berbeda dari pengalaman yang ditulis Doe dalam suratnya; keduanya kini menjadi bahan yang dapat dipertimbangkan anggota senat fakultas.

Halaman:12Semua Halaman

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda