JAKARTA — Kementerian Kelautan dan Perikanan menargetkan pembangunan budi daya ikan berbasis Mini RAS di 40.000 desa hingga 2029. Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyebut program itu disiapkan untuk memperkuat pasokan protein ikan, termasuk mendukung pemenuhan gizi masyarakat melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Setiap titik desa ditargetkan menghasilkan 30 ton ikan nila, lele, hingga kerapu. Jika target itu tercapai di seluruh lokasi, produksi Mini RAS diproyeksikan mencapai 1,2 juta ton ikan per tahun. Program ini juga dirancang untuk membuka lapangan kerja dan mengembangkan industri pendukung budi daya.
Mini RAS KKP menyasar produksi ikan desa
Mini RAS adalah sistem budi daya ikan dengan sirkulasi air yang diputar dan digunakan kembali. KKP mengembangkan program ini setelah melakukan studi banding teknologi recirculating aquaculture system (RAS) di Jepang, China, dan Eropa. Bahan sumber menyebut sistem tersebut akan dikembangkan dengan pendekatan berkelanjutan.
Skala programnya besar. KKP menargetkan pengembangan di 40.000 desa hingga 2029, dengan hasil per titik sebesar 30 ton ikan nila, lele, hingga kerapu. Angka produksi tahunan yang diproyeksikan mencapai 1,2 juta ton ikan bergantung pada tercapainya target di seluruh titik desa.
Bagi masyarakat, produksi yang tersebar di desa berpotensi mendekatkan sumber ikan ke daerah konsumsi. Pasokan yang lebih kuat juga dapat mendukung pemenuhan protein dan gizi, tujuan yang disebut KKP dalam penjelasan program. Namun, bahan sumber belum merinci lokasi desa, tahapan pembangunan, ataupun kapan unit pertama mulai beroperasi.
Target produksi saja tidak cukup untuk memastikan program berjalan. Pengelolaan sistem sirkulasi, ketersediaan bibit dan pakan, serta tenaga yang mampu menjalankan budi daya akan menentukan hasil di lapangan. Rincian pelaksanaan tersebut belum dijabarkan dalam bahan yang tersedia.
Target bibit dan lapangan kerja ikut disiapkan
KKP juga mengaitkan Mini RAS dengan pengembangan industri bibit ikan. Targetnya mencapai 15 miliar ekor bibit, sementara program diproyeksikan menciptakan lapangan kerja hingga 80 ribu. Industri pakan ikan turut disebut sebagai bagian dari rantai pendukung yang akan dikembangkan.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.