Senin, 26 Oktober 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI

Energi Murah tidak Cukup, Indonesia Membutuhkan Energi yang Produktif

Energi Murah tidak Cukup, Indonesia Membutuhkan Energi yang Produktif
Energi Murah tidak Cukup, Indonesia Membutuhkan Energi yang Produktif Foto: Cnbcindonesia

Energi murah bisa menekan biaya usaha, tetapi belum tentu membuat industri lebih kuat. Bagi Indonesia, tantangannya adalah memastikan pasokan energi ikut membangun kemampuan produksi, teknologi, dan keterampilan di dalam negeri.

Dalam opini yang dimuat CNBC Indonesia, penulis menilai keberhasilan kebijakan energi tidak cukup diukur dari harga atau jumlah listrik yang tersedia. Energi perlu dilihat dari apa yang dapat dihasilkan masyarakat dan industri berkat pasokan itu.

Catatan: Artikel sumber merupakan opini pribadi penulis dan tidak mencerminkan pandangan Redaksi CNBCIndonesia.com.

Energi produktif Indonesia melampaui harga murah

Harga energi tetap penting. Biaya yang terlalu tinggi dapat menekan kegiatan produksi, mengurangi daya beli masyarakat, dan menghambat investasi. Namun, tarif rendah saja tidak menjamin perusahaan mampu beroperasi secara efisien.

Industri juga memerlukan pasokan yang andal, mutu listrik yang sesuai, jaringan yang sanggup melayani kebutuhan, kepastian aturan, serta ruang untuk merencanakan investasi jangka panjang. Jika listrik sering terganggu, produksi dapat terhenti. Jika jaringan tak menjangkau pengguna, energi yang tersedia tidak otomatis menjadi tenaga bagi kegiatan usaha.

Itulah sebabnya biaya energi hanya satu bagian dari perhitungan. Keandalan menjaga proses produksi berjalan, kapasitas menentukan besarnya kebutuhan yang dapat dilayani, sedangkan jaringan membawa pasokan ke tempat yang memerlukannya. Kemampuan teknologi dan keterampilan tenaga kerja ikut menentukan apakah sistem tersebut bisa dioperasikan dan dikembangkan.

Nilai energi, dengan begitu, tidak berhenti pada harga per unit atau jumlah pembangkit. Energi menjadi produktif ketika membuka ruang bagi perusahaan untuk mengolah bahan baku, menjalankan mesin, mengembangkan produk, dan menghadirkan layanan yang dibutuhkan masyarakat.

Dari sumber daya menjadi kemampuan industri

Indonesia memiliki batu bara, gas bumi, panas bumi, tenaga air, surya, angin, bioenergi, serta mineral strategis. Kekayaan itu memberi modal, tetapi belum otomatis menjadi keunggulan ekonomi. Nilai tambah muncul ketika sumber daya terhubung dengan kegiatan produktif dan kemampuan untuk menghasilkan barang atau layanan bernilai lebih tinggi.

Contohnya terlihat pada hilirisasi mineral. Keberhasilan tak cukup diukur dari bertambahnya fasilitas pengolahan atau naiknya volume produksi. Pertanyaan pentingnya adalah apakah kegiatan itu juga mendorong penguasaan teknologi, memperkuat pemasok domestik, meningkatkan keterampilan pekerja, memperluas riset, serta membangun kemampuan membuat produk yang lebih bernilai.

Halaman:12Semua Halaman

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Link DANA Kaget Hari Ini 10 Agustus 2026: Klaim Saldo DANA Gratis Langsung Cair