JAKARTA — Nest lama yang tak lagi didukung Google masih dapat mengatur suhu rumah, tetapi kehilangan fitur pintar yang terhubung ke internet. Pemilik termostat Nest Learning generasi pertama dan kedua kini perlu memilih: mencoba firmware buatan komunitas, mendaur ulang perangkat, atau menggantinya.
Google menghentikan dukungan untuk dua generasi termostat itu pada Oktober 2025. Perangkat tetap dapat diatur langsung dari unitnya, termasuk memakai jadwal otomatis bawaan. Namun, koneksi dengan aplikasi dan aksesori lain terputus, sementara pembaruan perangkat lunak tak lagi tersedia.
Nest lama masih bisa dipakai tanpa fitur cloud
Keputusan Google berdampak berbeda dibanding penghentian dukungan untuk ponsel atau komputer. Termostat biasanya terpasang menetap dan dipakai untuk mengatur kenyamanan rumah. Perangkat ini juga masih punya fungsi dasar, sehingga pemilik tak serta-merta harus membuangnya ketika layanan daring berakhir.
Menurut bahan artikel sumber, Google menawarkan potongan harga untuk beralih ke Learning Thermostat generasi keempat. Namun, tawaran itu belum tentu menarik bagi orang yang tidak ingin terus menggunakan ekosistem Google atau memang belum berencana membeli perangkat baru.
Opsi lain datang dari proyek sumber terbuka No Longer Evil. Proyek gratis ini berupaya menghidupkan kembali sebagian atau seluruh fungsi pintar yang hilang setelah Google memutus koneksi cloud. Pengguna dapat memasang firmware khusus, memakai platform cloud No Longer Evil, mengatur server sendiri, atau menghubungkannya dengan ekosistem Home Assistant.
Namun, cara ini bukan pilihan tanpa risiko. Pemasang otomatis memang disediakan untuk memandu prosesnya, tetapi kesalahan saat memasang firmware dapat membuat termostat rusak total. Jika itu terjadi, perangkat tak bisa dipakai lagi, bahkan untuk fungsi dasar mengatur suhu.
Risiko perbaikan perlu ditimbang dengan kondisi rumah
Risiko kerusakan menjadi lebih serius bila rumah bergantung pada termostat untuk menghadapi cuaca panas atau dingin. Pemilik bisa kehilangan alat pengatur suhu sebelum sempat mendapatkan pengganti. Karena itu, memasang firmware khusus lebih masuk akal bagi orang yang nyaman mengutak-atik perangkat dan punya rencana jika prosesnya gagal.
Bagi yang tidak ingin mengambil risiko teknis, Google menyediakan program daur ulang gratis dengan label pengiriman prabayar. Artinya, pemilik tak perlu membayar ongkos kirim atau berkendara ke lokasi tertentu untuk mengirim perangkat. Bila tak punya akses ke printer, mereka perlu mencari pilihan dari toko setempat atau pusat limbah elektronik.
Sebelum menyerahkan termostat kepada pihak lain, hapus data pribadi dengan mengembalikannya ke setelan pabrik. Sumber menyebut jalurnya melalui Settings, lalu Reset, kemudian All Settings. Langkah ini penting karena perangkat yang pernah terhubung ke akun dan layanan rumah pintar sebaiknya tidak berpindah tangan dengan pengaturan lama masih tersimpan.
Untuk pemilik di Indonesia, pilihan daur ulang bergantung pada layanan yang tersedia di sekitar tempat tinggal. Bahan sumber menjelaskan program Google dengan label prabayar, tetapi tidak merinci apakah layanan itu tersedia di Indonesia.
Karena itu, pemilik sebaiknya memeriksa ketentuan lokal dan opsi pengumpulan limbah elektronik sebelum mengirim perangkat ke luar negeri atau membuangnya bersama sampah rumah tangga.
Termostat baru bisa membantu mengatur pemakaian energi
Mengganti perangkat dapat bermanfaat bila fitur otomatis memang dipakai. Termostat yang lebih baru dapat mengatur kinerja berdasarkan keberadaan penghuni dan menyelaraskan pengaturan dengan data cuaca berbasis cloud. Pengaturan suhu dari jarak jauh juga membantu saat rumah kosong, sehingga pemanas atau pendingin tidak perlu bekerja untuk menjaga kenyamanan ruangan yang tak ditempati.
Dampak praktisnya bergantung pada kebiasaan penghuni. Jika jadwal di rumah cukup konsisten, fungsi penjadwalan bawaan Nest lama mungkin masih memadai. Pengguna juga dapat mengurangi kerja sistem pemanas atau pendingin dengan menerima suhu yang sedikit lebih panas pada musim panas dan sedikit lebih dingin pada musim dingin, lalu menyesuaikan pakaian atau memakai kipas dan pemanas portabel.
Artinya, penghentian dukungan tidak otomatis membuat pembelian baru menjadi kebutuhan. Pemilik perlu menimbang apakah mereka benar-benar memakai koneksi aplikasi, kendali jarak jauh, dan otomatisasi berbasis cloud, atau cukup dengan pengaturan langsung di perangkat. Biaya energi dan kenyamanan rumah juga ikut menentukan keputusan.
Jika memilih termostat baru, periksa program rabat dari penyedia energi. Penulis artikel sumber menyebut rabat yang diterimanya untuk membeli Ecobee cukup besar hingga model kelas atas dapat dibeli dengan harga di bawah model kelas menengah yang sedang diskon. Nilai rabat dan ketersediaannya berbeda-beda; sumber tidak menyebut skema yang berlaku di Indonesia.
Pemilik Nest generasi pertama dan kedua masih bisa memakai pengaturan suhu serta jadwal otomatis di perangkat, meski layanan Google sudah dihentikan.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.