BANJARMASIN — Pasar murah bersubsidi di Banjarmasin membantu warga memenuhi kebutuhan pokok saat karhutla, kabut asap, dan kemarau panjang menekan kehidupan sehari-hari. Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil dan Menengah RI Helvi Moraza mengapresiasi kegiatan yang digelar Pemerintah Kota Banjarmasin di samping Gedung Mahligai Pancasila, Minggu.
Ratusan warga mendatangi pasar murah itu untuk mendapatkan paket bahan pokok dengan harga Rp93 ribu. Paket berisi beras lima kilogram, dua kilogram gula pasir, dan dua liter minyak goreng.
Helvi menyerahkan salah satu paket kepada warga dan menyapa masyarakat yang mengantre. Ia berharap seluruh warga yang datang mendapat bagian.
“Kita apresiasi pasar murah ini, sangat bermanfaat bagi masyarakat, apalagi saat ada bencana karhutla dan asap ini,” ujar Helvi.
Pasar murah Banjarmasin alihkan anggaran Harjad
Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin HR mengatakan pemerintah kota mengintensifkan pasar murah untuk membantu masyarakat mencukupi kebutuhan sehari-hari. Menurut dia, anggaran yang semula disiapkan untuk kemeriahan atau pesta Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin tahun ini dialihkan ke kegiatan tersebut.
“Jadi anggaran untuk kemeriahan atau pesta Harjad ke-500 Kota Banjarmasin tahun ini kita alihkan untuk kegiatan pasar murah, ini lebih berguna bagi masyarakat saat menghadapi berbagai musibah alam, karhutla, kabut asap dan kemarau panjang,” ujarnya.
Keputusan mengalihkan anggaran itu menempatkan bantuan kebutuhan pokok sebagai prioritas di tengah kondisi yang disebut pemerintah kota menghadapkan warga pada musibah alam. Dampaknya terasa langsung: warga bisa membeli bahan pokok dalam satu paket bersubsidi, sementara pemerintah berupaya menjaga daya beli.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Banjarmasin Ignasius Rizki Perdana Salan menyebut harga paket sebesar Rp93 ribu. Ia mengatakan subsidi yang diberikan cukup besar, dengan harga beras kemasan lima kilogram saja sudah lebih dari Rp90 ribu, belum termasuk gula dan minyak goreng.
500 paket lebih disiapkan tiap kegiatan
Pemerintah kota menyediakan 500 paket lebih dalam setiap penyelenggaraan pasar murah. Kegiatan ini ditargetkan berlangsung hingga akhir tahun, menurut keterangan Ignasius.
Jumlah paket itu memberi gambaran skala bantuan dalam setiap pelaksanaan, tetapi ratusan warga yang hadir juga menunjukkan tingginya perhatian terhadap kebutuhan pokok bersubsidi. Pemerintah menyebut pasar murah bukan hanya untuk mengendalikan inflasi, melainkan juga menjaga kemampuan belanja masyarakat saat bencana alam, karhutla, kabut asap, dan kemarau panjang berlangsung.
Dengan harga paket Rp93 ribu, warga memperoleh beras, gula, dan minyak goreng sekaligus. Pemkot Banjarmasin menargetkan kegiatan bersubsidi itu terus berjalan hingga akhir tahun.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.