Selasa, 27 Oktober 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Amfibi Laut Gerrothorax Hidup di Laut Seumur Hidupnya

Amfibi Laut Gerrothorax Hidup di Laut Seumur Hidupnya
Amfibi Laut Gerrothorax Hidup di Laut Seumur Hidupnya

Lapisan pelindung juga mungkin membantu menjelaskan cara hewan ini menghadapi air asin. Pada amfibi masa kini, kulit berpori menjadi jalur penting bagi pertukaran air dan gas. Diao dan rekan-rekannya menilai bahwa, jika amfibi purba ini memiliki kulit yang serupa, pelindung tubuhnya akan menghalangi penyerapan air melalui kulit.

Dalam kondisi itu, Gerrothorax harus mendapatkan air dengan minum dan menyerapnya melalui saluran pencernaan, berbeda dari kebanyakan amfibi yang hidup sekarang. Namun, para peneliti menyatakan bahwa permeabilitas kulit amfibi awal belum diketahui. Jadi, peran pelindung tubuh dalam adaptasi terhadap laut masih berupa penjelasan yang diajukan berdasarkan temuan fosil.

Ukuran fosil yang lebih lengkap mencapai sedikitnya 73,7 sentimeter sepanjang garis tengah tubuh yang terawetkan. Beberapa tulang ekornya hilang, sehingga ukuran utuhnya tidak dapat dipastikan dari spesimen tersebut.

Motani membandingkan bobot tubuhnya dengan salamander raksasa, tetapi bentuk keduanya berbeda. Salamander raksasa bertubuh memanjang, sedangkan Gerrothorax tampak lebih pendek dan kekar.

Isotop stronsium menguatkan dugaan hidup di laut

Petunjuk lain berasal dari analisis isotop stronsium pada tulang. Stronsium merupakan unsur jejak yang dapat terkumpul di tulang hewan. Perbandingan isotop stronsium-87 dan stronsium-86 berbeda menurut kondisi batuan di darat, sementara nilai di air laut relatif seragam.

Dalam penelitian itu, rasio stronsium pada tulang Gerrothorax cocok dengan air laut Trias, bukan batuan tempat fosil terkubur. Hasil tersebut menguatkan dugaan bahwa hewan itu tumbuh di lingkungan laut dan meminum air laut.

“Kemungkinan besar dua individu Gerrothorax yang menjadi spesimen tipe tumbuh dengan meminum air laut, yang rasio stronsiumnya tercermin dalam tulang mereka,” tulis Diao dan timnya.

Bagi pembaca, temuan ini penting karena memperlihatkan bahwa batas antara habitat amfibi dan kehidupan laut pada masa purba tidak selalu seperti yang dikenal sekarang. Bentuk tubuh, bukti fosil yang masih tersusun, dan jejak kimia pada tulang bersama-sama mendukung penafsiran bahwa Gerrothorax menjalani hidupnya di laut.

Meski begitu, dua spesimen tersebut belum menjawab setiap pertanyaan tentang spesies ini. Para peneliti belum mengetahui secara pasti bagaimana kulitnya bekerja atau bagaimana hewan itu mengatur kebutuhan air. Yang dapat ditunjukkan fosil, setidaknya, adalah bahwa kedua individu tersebut kemungkinan besar mati di laut tempat mereka hidup.

Halaman:12Semua Halaman

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Kode Redeem FC Mobile Terbaru Hari Ini 27 Oktober 2026: Klaim Pack & Coins Gratis