LONDON — Di Oxford Street, perubahan suasana terasa hanya dengan menyeberang dari satu sisi Oxford Circus ke sisi lainnya. Sejumlah pengunjung memuji kawasan pejalan kaki baru itu, meski pengalihan rute bus membuat perjalanan di sekitar lokasi lebih merepotkan.
Bagian Oxford Street di sebelah barat Oxford Circus kini ditutup untuk lalu lintas dan dibuka bagi pejalan kaki. Di sisi timur, bus-bus merah London masih berbelok di persimpangan terakhir sebelum ruas yang dipedestrianisasi; arus orang di jalan tampak padat dan sebagian pejalan kaki berselisih saat berjalan berdekatan.
Perubahan itu memberi ruang lebih luas bagi orang yang berjalan kaki, tetapi dampaknya tidak dirasakan sama oleh semua pengunjung. Sebagian menilai kerepotan akibat pengalihan bus sepadan dengan pengalaman yang lebih nyaman di jalan.
Oxford Street pedestrianisasi ubah ruang jalan
Di bagian barat, pembatas sementara mengarahkan pejalan kaki masuk ke ruas jalan. Sebuah spanduk hijau terbentang di atas aspal, menyambut pengunjung dengan penanda bahwa Oxford Street bebas kendaraan.
Pemandangan itu berbeda dari sisi timur Oxford Circus. Bus-bus London melintas dalam arus yang terus bergerak, sementara pejalan kaki memenuhi jalan. Kontras antara dua bagian tersebut memperlihatkan bagaimana penataan ulang ruang jalan mengubah pengalaman orang yang datang ke kawasan belanja itu.
Perubahan ini menyentuh dua kebutuhan yang kerap berhadapan di pusat kota: akses kendaraan umum dan ruang berjalan kaki. Pengalihan bus menambah ketidaknyamanan bagi sebagian orang, tetapi pengunjung yang mendukung penutupan jalan melihat manfaat langsung berupa ruang yang lebih leluasa.
Tak semua pengunjung merasa diuntungkan
Laporan The Guardian menyebut banyak pengunjung menganggap kerepotan akibat pengalihan bus sebagai harga kecil untuk memperoleh ruang lebih luas. Namun, tidak semua orang menyambut kebijakan itu. Bahan laporan tersebut tidak merinci jumlah pengunjung yang mendukung atau menolak, maupun jalur bus yang terdampak.
Bagi pengunjung, perbedaan paling nyata tampak pada perjalanan menuju dan melewati kawasan itu. Mereka yang berjalan kaki mendapat ruas yang lebih terbuka di bagian barat, sedangkan penumpang bus harus menghadapi perubahan rute. Karena itu, penilaian terhadap kebijakan ini bergantung pada kebutuhan perjalanan masing-masing, bukan hanya suasana di jalan.
Oxford Street merupakan kawasan belanja yang ramai, sehingga perubahan ruang jalan berpengaruh pada cara orang bergerak di area tersebut.
Ruas bebas kendaraan dapat memberi pejalan kaki lebih banyak ruang, sementara pengalihan bus berpotensi menambah langkah atau waktu perjalanan bagi pengguna transportasi umum. Bahan yang tersedia belum menjelaskan besaran perubahan waktu tempuh atau dampaknya terhadap kegiatan usaha.
Gambaran di lokasi juga belum menunjukkan bagaimana kebijakan ini akan berjalan dalam jangka panjang. Laporan tersebut menggambarkan kondisi di sekitar Oxford Circus dan tanggapan pengunjung, tetapi tidak mencantumkan jadwal penerapan berikutnya, rincian aturan lalu lintas, ataupun data evaluasi.
Untuk pembaca di Indonesia, perubahan di Oxford Street memperlihatkan pertukaran yang sering muncul saat jalan kota ditata ulang: ruang pejalan kaki bertambah, sementara pola perjalanan kendaraan umum bisa berubah.
Namun, dampak tiap kebijakan tetap bergantung pada bentuk pengalihan, akses alternatif, dan kebutuhan warga setempat. Dalam laporan yang tersedia, satu gambaran konkret menonjol: bus-bus merah berbelok di sisi timur, sementara pejalan kaki bergerak bebas di sisi barat.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.