CIBINONG — Pekan Seni Media 2026 membuka rangkaian acaranya di Kabupaten Bogor pada Senin malam, lalu berlanjut ke Sumatera Barat dan Kalimantan Barat. Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyebut pameran ini mempertemukan seniman lintas generasi melalui karya yang memadukan seni dan teknologi.
Di Kabupaten Bogor, kegiatan bertajuk Rupakakala berlangsung di Aula Tegar Beriman, Cibinong, hingga 1 November 2026. Setelah itu, rangkaian Pekan Seni Media (PSM) dijadwalkan hadir di Indarung Heritage Society, Sumatera Barat, kemudian di Pontianak, Kalimantan Barat.
Pekan Seni Media 2026 singgah di tiga wilayah
Fadli menyampaikan urutan lokasi kegiatan seusai membuka PSM 2026 di Cibinong. Ia mengatakan acara tersebut dimulai di Bogor sebelum dibawa ke dua wilayah lain.
“Pekan Seni Media ini dibuka di Bogor, setelah itu nanti akan ada di Indarung Heritage Society di Sumatera Barat, kemudian yang ketiga di Pontianak, Kalimantan Barat,” kata Fadli.
Rangkaian lintas wilayah itu membawa karya dan pertemuan seniman ke sejumlah daerah. Dalam penyelenggaraan di Bogor, seniman yang telah dikenal di tingkat internasional berkolaborasi dengan seniman lokal dari Bogor, Bandung, Jakarta, serta daerah lain.
Fadli memandang pertemuan itu sebagai ruang kolaborasi lintas generasi bagi seniman dan budayawan, terutama perupa. Teknologi menjadi bagian dari proses penciptaan, bukan sekadar pelengkap yang dipajang di ruang pamer.
Seni tradisi bertemu medium digital
Karya dalam PSM 2026 tidak terbatas pada lukisan dan patung. Seniman juga menggunakan video, suara, serta instalasi seni, sehingga pengalaman pengunjung meluas dari melihat objek ke beragam bentuk ekspresi.
Fadli mengatakan pemanfaatan teknologi memberi seniman ruang untuk mengembangkan gagasan, termasuk mempertemukan tradisi dengan pendekatan kontemporer. Ia menyebut perubahan medium sebagai bagian dari cara ekspresi seni mengikuti zamannya.
“Ini adalah suatu kolaborasi lintas generasi. Di dalam Pekan Seni Media kita melibatkan banyak seniman budayawan, terutama para perupa, dengan menggunakan sentuhan-sentuhan teknologi, new media art,” ujarnya.
Perpaduan itu penting bagi ekosistem seni karena karya digital dan instalasi dapat hadir berdampingan dengan bahan serta pengetahuan yang berakar pada tradisi. Bagi pengunjung, pameran semacam ini membuka cara lain untuk berjumpa dengan warisan budaya: bukan hanya melalui benda lama, tetapi juga lewat bentuk dan medium baru.
Fadli menilai kekayaan budaya Indonesia dapat menjadi sumber inspirasi tanpa mengunci seniman pada satu bentuk karya. Wastra, gambar, video, suara, tanah, dan batu disebut sebagai sejumlah medium yang dapat diolah dalam penciptaan seni.
Rupakakala mengolah kekayaan budaya
Keragaman bahan tersebut memperlihatkan bagaimana akar tradisi dapat diteruskan melalui pendekatan kontemporer. Tantangannya, karya tetap perlu menjaga hubungan dengan konteks budaya yang menjadi sumber inspirasi, meski disampaikan memakai teknologi dan bahasa visual masa kini.
“Ekspresi seni dan platform seni itu mengikuti perkembangan zaman dan selalu relevan dengan napas zaman, dengan gerak zaman, termasuk antara tradisi dengan kontemporer itu bisa digabungkan,” kata Fadli.
Dalam konteks penyelenggaraan di tiga wilayah, gagasan kolaborasi juga memberi ruang bagi seniman setempat untuk terlibat bersama kreator dari daerah lain. Fadli berharap kegiatan ini mendorong seniman dan kreator dari Bogor, Jawa Barat, Jakarta, serta wilayah lainnya terus menghasilkan karya yang relevan dengan perkembangan zaman.
PSM 2026 di Kabupaten Bogor berlangsung hingga 1 November 2026. Seusai rangkaian di Bogor, kegiatan akan dilanjutkan ke Sumatera Barat dan Kalimantan Barat, dengan Indarung Heritage Society dan Pontianak menjadi lokasi berikutnya.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.