Jay Gambetta, direktur IBM Research yang tidak terlibat langsung dalam studi ini, mengatakan pengoperasian modul kriogenik yang berhasil memberi dorongan bagi pengembangan berikutnya. Ia menyebut kemajuan itu akan berjalan bersama inovasi pada perangkat keras, perangkat lunak, dan algoritma.
Dampaknya belum berupa komputer kuantum yang siap dipakai konsumen atau perusahaan. Namun, koneksi antarchip yang lebih andal dapat membantu peneliti mengatasi salah satu tantangan praktis dalam memperbesar mesin kuantum: memindahkan informasi tanpa merusak keadaan kuantumnya. Transfer dengan akurasi tinggi juga memberi landasan untuk menguji sistem dengan lebih banyak modul.
Para peneliti menyebut demonstrasi ini sebagai koneksi kuantum multikanal pertama antara prosesor superkonduktor berukuran besar, sejauh pengetahuan mereka. Mereka menilai gabungan teknologi L-coupler tersebut dapat menjadi komponen untuk sistem modular yang dapat diperbesar.
Gangguan magnet masih perlu diatasi
Meski hasil pengujian menjanjikan, konektor itu belum siap langsung diterapkan. Tim menemukan interferensi magnetik yang memengaruhi kualitas sinyal. Mereka juga menyatakan efisiensi masih perlu ditingkatkan sebelum L-coupler dapat digunakan dalam sistem operasional.
Riset ini belum melalui penelaahan sejawat. Naskah awal penelitian tersedia di arXiv. Para peneliti menegaskan bahwa empat L-coupler dengan fidelitas tinggi tersebut membuka jalur praktis untuk mengembangkan koneksi antarmodul pada komputasi kuantum modular.
Tahap berikutnya ialah memperbaiki mutu sinyal dan efisiensi konektor. Hasil itu akan menentukan seberapa jauh modul-modul kriogenik dapat diperluas menuju sasaran IBM pada 2029.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.