AL-ITTihad — Gol Youssef En-Nesyri pada masa injury time menjaga Al-Ittihad dari hasil imbang dan memastikan kemenangan 2-1 atas Neftchi Fergana. Pelatih Al-Ittihad, Jens Wiesing, mengakui timnya kesulitan menghadapi klub Uzbekistan itu dalam laga pekan ketiga Liga Champions Elite Asia.
Kemenangan datang setelah Al-Ittihad membuang banyak peluang dan menghadapi masalah pada babak pertama. Tendangan bebas langsung En-Nesyri menjadi penentu, sekaligus mengakhiri pertandingan dengan tiga poin bagi timnya.
Al Ittihad akui masalah pada babak pertama
Wiesing menyebut Neftchi sebagai lawan kuat. Ia menilai Al-Ittihad seharusnya bisa menang dengan skor lebih baik karena menciptakan banyak kesempatan, tetapi penyelesaian akhir yang kurang maksimal membuat laga berjalan ketat sampai menit-menit akhir.
“Ini adalah kemenangan yang sulit, kami menghadapi kesulitan di depan lawan yang kuat, dan kami mengalami beberapa masalah di babak pertama,” kata Wiesing dalam konferensi pers seusai pertandingan.
Pengakuan itu memberi gambaran bahwa kemenangan Al-Ittihad tidak lahir dari kendali penuh sepanjang laga. Masalah pada paruh pertama memaksa tim bekerja lebih keras, sementara peluang yang terbuang membuat mereka tak segera menjauh dari Neftchi.
Al-Ittihad tetap menunjukkan respons setelah kebobolan. Wiesing menyoroti kemampuan pemainnya untuk bangkit dalam skor dan mengarahkan pertandingan kembali ke jalur kemenangan. Momen itu penting: satu gol penentu pada penghujung laga mengubah tekanan menjadi hasil maksimal.
Gol En-Nesyri mengunci tiga poin
Pelatih Al-Ittihad mengaku puas dengan hasil akhir, meski peluang yang gagal dimanfaatkan membuat pertandingan lebih rumit. Menurut Wiesing, tiga poin dan kemenangan menjadi hal utama setelah timnya melewati kesulitan tersebut.
Ia juga menyinggung kesalahan yang terjadi selama pertandingan. Kesalahan, kata Wiesing, bisa muncul dalam sepak bola, baik dari timnya maupun dari wasit. Namun, ia lebih menekankan reaksi pemain setelah kebobolan dan kemampuan mereka membalikkan keadaan.
Dampaknya terasa langsung pada cara kemenangan ini dibaca: Al-Ittihad membawa pulang hasil penting, tetapi penyelesaian peluang masih menjadi pekerjaan yang perlu dibenahi. Jika peluang-peluang itu masuk, laga tak perlu bergantung pada momen bola mati di penghujung waktu. Bagi Neftchi, kekalahan tipis ini datang setelah mereka mampu membuat lawan kesulitan, terutama pada babak pertama.
En-Nesyri akhirnya menjadi pembeda lewat tendangan bebas langsung pada masa injury time. Wiesing mengaku gembira dengan kemenangan tersebut, sekaligus menyesalkan banyaknya kesempatan yang terbuang hingga timnya harus menghadapi perhitungan sulit pada menit-menit akhir.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.