Rabu, 28 Oktober 2026 WIB
BREAKING
INTERNASIONAL

Flávio Bolsonaro ke AS, Jalur Kaburnya Masih Misterius

Pesawat jet pribadi dalam kronologi Flávio Bolsonaro ke AS
Laporan keberangkatan Flávio Bolsonaro dari Brasil belum memastikan rute yang ditempuh. (Ilustrasi: AI)

BRASILIA — Kepergian Flávio Bolsonaro ke Amerika Serikat membuat jalur keluarnya dari Brasil dipertanyakan. Pemerintah AS mengonfirmasi akan memberi visa masuk kepada senator itu dan keluarganya, tetapi belum ada konfirmasi resmi mengenai lokasi Flávio maupun rute yang ia tempuh.

Kabar itu muncul sehari setelah Flávio berjanji tetap tinggal di Brasil untuk memimpin oposisi terhadap Presiden Luiz Inácio Lula da Silva. Kini, ia disebut telah berada di AS, sementara permintaan penahanan preventif dan pemberitahuan penangkapan internasional juga dilaporkan diajukan.

Rangkaian peristiwa selama tiga hari memperlihatkan perubahan cepat: dari janji menyerahkan paspor hingga laporan keberangkatan yang belum dapat dipastikan. Informasi dalam kronologi ini dilaporkan ABC, dengan sejumlah laporan media lain turut dikutip.

Flávio Bolsonaro dan janji bertahan di Brasil

Wacana bahwa Flávio mungkin meninggalkan Brasil pertama kali muncul pada Sabtu, 24 Oktober, waktu setempat. Saudara laki-lakinya, Eduardo Bolsonaro, mengangkat kemungkinan itu dalam sebuah podcast dan mengatakan Flávio khawatir menghadapi persekusi politik di tengah penyelidikan korupsi dan pencucian uang yang masih berlangsung.

Pada Minggu, 25 Oktober, tempat pemungutan suara ditutup pukul 19.00 waktu Brasil setelah perpanjangan pemungutan suara selama dua jam. Perpanjangan itu diberikan menyusul permintaan kampanye Lula dan keputusan Hakim Mahkamah Agung Cristiano Zanin.

Pada pukul 22.00, otoritas pemilu Brasil mengumumkan Lula sebagai pemenang dengan 51,79 persen suara. Hasil itu memberinya masa jabatan keempat. Empat puluh menit kemudian, Flávio berbicara kepada media di dekat markas kampanyenya di Brasília.

Dalam pernyataan selama tiga menit, ia mengatakan tidak akan mengakui kemenangan Lula dan akan meminta hasil pemilu dibatalkan. Pernyataan tersebut menjadi kontras dengan kabar keberangkatannya yang muncul dua hari kemudian.

Senin, 26 Oktober, Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada wartawan bahwa ia meyakini pemilu Brasil telah dicurangi. Trump juga menyebut cara pemilu itu diselenggarakan “terlihat sangat buruk”.

Pada pukul 17.00 waktu Brasil di hari yang sama, Flávio mengunggah video di Instagram. Ia mengaku menerima perintah pengadilan untuk menyerahkan paspor, lalu berjanji akan menyerahkan dokumen itu dan tetap berada di Brasil untuk memimpin oposisi.

Halaman:12Semua Halaman

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda