Rabu, 28 Oktober 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Polri dan Kemkomdigi Perkuat Sinergi Berantas Kejahatan Sibe

Polri dan Kemkomdigi Perkuat Sinergi Berantas Kejahatan Sibe
Polri dan Kemkomdigi Perkuat Sinergi Berantas Kejahatan Sibe

JAKARTA — Penipuan daring, judi online, dan pencurian data menjadi sasaran kerja sama yang diperkuat Polri dan Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi). Kedua lembaga membahas langkah pencegahan sekaligus penegakan hukum dalam pertemuan di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (27/10/2026).

Kapolri Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto dan Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid bertemu di Gedung Rupatama. Mereka menilai penanganan ancaman digital membutuhkan koordinasi lintas lembaga, termasuk untuk merespons keresahan masyarakat dengan lebih cepat.

Sinergi Polri dan Kemkomdigi menyasar ancaman digital

Suyudi mengatakan perkembangan teknologi harus diimbangi langkah yang cepat dan terukur. Kejahatan yang menjadi perhatian mencakup penipuan daring, perjudian online, serta penipuan berkedok hubungan asmara atau love scam.

“Apa yang selalu menjadi keresahan masyarakat terkait dengan kejahatan-kejahatan; penipuan daring, judi online, kemudian love scam, dan lain-lain, ini betul-betul harus kita tindak secara cepat demi keamanan negara,” ujar Suyudi.

Pesannya tegas. Kecepatan penanganan menjadi bagian penting dari upaya menjaga keamanan ruang digital, terutama ketika warga menghadapi beragam modus kejahatan berbasis teknologi.

Kedua lembaga juga membahas misinformasi dan berita bohong atau hoaks. Penguatan regulasi dinilai dapat mendukung penanganan yang lebih efektif, sementara koordinasi diperlukan agar upaya pencegahan dan penindakan berjalan beriringan.

Bagi masyarakat, dampak kerja sama ini bergantung pada seberapa cepat laporan dan temuan terkait kejahatan digital ditindaklanjuti. Penanganan yang lebih terkoordinasi dapat membantu melindungi pengguna dari penipuan, sekaligus memperkuat respons terhadap konten berbahaya dan penyalahgunaan layanan digital.

Meutya tekankan penanganan lintas lembaga

Meutya menyebut ancaman di ruang digital semakin beragam. Perhatian Kemkomdigi meliputi jual beli data, penipuan daring, perjudian online, pornografi, perundungan daring, misinformasi, serta penyebaran hoaks.

Menurut Meutya, kementeriannya tidak dapat menangani seluruh persoalan itu sendiri. Dukungan aparat penegak hukum, terutama Polri, diperlukan untuk menggabungkan langkah pencegahan dengan penindakan.

“Kolaborasi dengan Polri menjadi amat penting dalam kerangka gabungan antara langkah preventif dan langkah enforcement,” katanya.

Meutya juga mengapresiasi pengungkapan kasus perjudian online lintas negara oleh Polri. Ia turut menyinggung penindakan terhadap pelaku pencurian infrastruktur digital, termasuk kasus yang berkaitan dengan menara Base Transceiver Station (BTS).

Kerja bersama itu mencakup dua kebutuhan yang saling terkait: mengurangi peluang kejahatan terjadi dan memastikan aparat dapat menindak pelanggaran. Penguatan koordinasi juga diarahkan untuk mempercepat penegakan hukum serta meningkatkan perlindungan masyarakat di ruang digital.

Kemkomdigi menyatakan siap meningkatkan koordinasi dengan Polri. Suyudi menegaskan penanganan berbagai kejahatan siber harus dilakukan cepat demi menjaga keamanan negara.

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Kode Redeem FC Mobile Terbaru 13 Oktober 2026: Klaim Pack & Coins Gratis