Kamis, 29 Oktober 2026 WIB
BREAKING
INTERNASIONAL

Calvin Cheng, Politisi Singapura yang Singgung Kabel Internet RI

Calvin Cheng, Politisi Singapura yang Singgung Kabel Internet RI
Calvin Cheng, Politisi Singapura yang Singgung Kabel Internet RI

JAKARTA — Calvin Cheng, politisi Singapura, mengunggah wacana “Potong?” terkait kabel internet bawah laut Indonesia saat ketegangan kedua negara meningkat. Unggahan di media sosial pada 25 Oktober itu muncul setelah Indonesia memangkas pasokan gas alam ke Singapura.

Kalimatnya kemudian disertai penegasan bahwa Singapura tidak akan memutus koneksi tersebut. Namun, pernyataan itu memicu tanggapan Menteri Komunikasi dan Digital Indonesia Meutya Hafid, yang mengingatkan bahwa kabel bawah laut menghubungkan kepentingan kedua negara.

Unggahan Calvin Cheng dan respons Indonesia

Cheng membagikan infografis yang menyinggung kemungkinan pemutusan koneksi internet Indonesia melalui Singapura. Dalam unggahan di akun X miliknya, ia menulis, “Kami adalah orang-orang beradab yang taat hukum. Tentu saja kami tidak akan melakukan hal ini.”

Ia adalah mantan anggota Parlemen Singapura. Dengan demikian, wacana tersebut datang dari seorang politisi, bukan pengumuman resmi pemerintah Singapura. Perbedaan itu penting: unggahan Cheng membahas kemungkinan tindakan, sementara ia sendiri menyatakan negaranya tidak akan melakukannya.

Meutya Hafid meminta masyarakat Indonesia tidak panik. Ia menyampaikan bahwa sebagian besar rute kabel bawah laut yang menghubungkan Singapura melintasi perairan Indonesia. Menurut Meutya, pemutusan kabel akan berdampak besar pula bagi Singapura.

Meutya juga memperingatkan bahwa Singapura dapat menghadapi pemadaman internet dan kehilangan investasi jika kabel-kabel itu diputus. Pernyataan tersebut menempatkan infrastruktur digital sebagai kepentingan bersama, bukan sekadar jalur yang hanya menguntungkan satu pihak.

Kabel internet menghubungkan kepentingan dua negara

Jalur kabel bawah laut membawa koneksi internet lintas negara. Dalam kasus yang dibicarakan Cheng, rute yang melewati perairan Indonesia turut menghubungkan Singapura. Ketergantungan itu menjelaskan mengapa ancaman pemutusan kabel dapat membawa konsekuensi bagi kedua negara.

Bagi masyarakat, internet yang terganggu bisa memengaruhi kegiatan yang bergantung pada koneksi, mulai dari komunikasi hingga layanan digital. Untuk Singapura, Meutya secara khusus menyebut risiko pemadaman internet dan hilangnya investasi. Karena itu, wacana tersebut menyentuh urusan yang lebih luas daripada perselisihan politik di media sosial.

Konteksnya adalah ketegangan setelah Indonesia memangkas pasokan gas alam ke Singapura. Unggahan Cheng mengaitkan situasi itu dengan kemungkinan pemutusan koneksi internet. Tetapi penegasan Cheng bahwa Singapura tidak akan melakukannya, disertai peringatan Meutya tentang dampak bagi kedua pihak, menunjukkan bahwa jalur kabel itu juga menjadi kepentingan yang perlu dijaga bersama.

Pernyataan Meutya sekaligus menjawab kekhawatiran agar publik tidak bereaksi panik terhadap unggahan tersebut. Ia menekankan bahwa Singapura bergantung pada koneksi yang melintasi perairan Indonesia, sehingga pemutusan bukan hanya akan mengganggu hubungan digital Indonesia.

Kontroversi di tengah ketegangan gas

Urutan peristiwanya membuat unggahan itu mendapat perhatian: Indonesia memangkas pasokan gas alam, lalu Cheng mengunggah infografis tentang kemungkinan memutus koneksi internet. Kata “Potong?” yang singkat memberi kesan ancaman, meski ia kemudian menyatakan tindakan itu tidak akan dilakukan.

Perdebatan ini memperlihatkan bagaimana infrastruktur digital dapat masuk ke dalam ketegangan antarnegara. Kabel bawah laut tidak tampak dalam aktivitas sehari-hari, tetapi koneksi lintas negara bergantung pada jalur tersebut. Ketika wacana pemutusan muncul, dampaknya berpotensi melampaui pihak yang pertama kali menjadi sasaran.

Pesan pemerintah Indonesia sejauh ini adalah agar masyarakat tetap tenang. Meutya menyebut besarnya ketergantungan Singapura pada koneksi kabel yang melewati perairan Indonesia, sementara Cheng menulis bahwa negaranya tidak akan memutusnya. Risiko yang ia sampaikan kepada publik tetap jelas: pemadaman internet dan kehilangan investasi bagi Singapura jika kabel-kabel itu benar-benar diputus.

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda