Kamis, 29 Oktober 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

iPhone Duo Retak: Keluhan Sedikit Belum Jadi Krisis Apple

iPhone Duo Retak
iPhone Duo Retak Foto: TechRadar

Teknologi ponsel lipat menyatukan lapisan kaca tipis, layar fleksibel, dan engsel yang bergerak berulang kali. Keluhan iPhone Duo retak pada sejumlah kecil unit belum cukup untuk menyebut Apple menghadapi krisis besar, menurut kolumnis teknologi yang menulis berdasarkan pengalaman memakai perangkat itu.

Apple mengakui ada masalah pada layar bagian dalam sejumlah kecil iPhone Duo dan meminta pemilik yang mengalaminya menghubungi AppleCare untuk mendapatkan penggantian. Perusahaan tidak menyatakan bahwa seluruh lini ponsel lipatnya memiliki cacat mendasar.

Penulis kolom itu mengatakan ia telah berkali-kali membuka dan menutup perangkat tersebut. Ia menilai laporan kerusakan perlu ditanggapi, tetapi istilah “crackgate” yang mulai beredar terlalu cepat membingkai keluhan terbatas sebagai skandal besar.

Keluhan iPhone Duo retak dan istilah “crackgate”

Apple menyampaikan pengakuannya melalui pernyataan yang dikutip dalam artikel. “Kami mengetahui masalah yang berdampak pada layar bagian dalam sejumlah kecil unit iPhone Duo. Jika pengguna mengalami masalah pada layar iPhone Duo, mereka harus menghubungi AppleCare untuk mendapatkan penggantian.”

Pernyataan itu penting karena Apple mengakui adanya laporan dan menyebut jalur penanganannya. Namun, redaksi pernyataan tersebut juga membatasi cakupan masalah pada sejumlah kecil unit. Itu berbeda dari pengumuman bahwa desain layar atau engsel pada semua perangkat bermasalah.

Penulis mengaitkan perdebatan soal “crackgate” dengan kebiasaan menambahkan akhiran “gate” pada kontroversi teknologi. Ia menyebut istilah itu pernah digunakan dalam “bendgate” pada iPhone 6 Plus dan “Antenna Gate” pada iPhone 4. Istilah tersebut berasal dari skandal Watergate, yang melibatkan upaya menutupi kejahatan pada masa Presiden Amerika Serikat Richard Nixon.

Namun, nama yang dramatis tidak menjawab pertanyaan teknis: bagian mana yang retak, dan mengapa? Pemilik yang mengaku melihat layar pecah setelah membuka perangkat memang patut didengar. Tetapi, menurut penulis, penyebab kejadian itu belum bisa dipastikan dari laporan yang ada.

Susunan layar memberi petunjuk soal titik rapuh

Apple memaparkan rancangan layar dan engsel iPhone Duo saat peluncuran pada September. Dalam presentasi itu, Chief Hardware Officer Johny Srouji menjelaskan sasaran timnya: menghadirkan layar yang nyaman untuk melihat konten tanpa lipatan yang mengganggu, rasa plastik, serta kerentanan terhadap goresan dan penyok.

Penulis mencatat layar iPhone Duo terdiri atas 10 lapisan. Susunannya mencakup panel belakang titanium untuk menjaga kekakuan saat ponsel terbuka, serta dua lapisan kaca fleksibel yang sangat tipis di atas dan di bawah panel OLED.

Lapisan-lapisan itu direkatkan dengan perekat elastis. Menurut penjelasan Srouji yang dikutip dalam artikel, perekat memungkinkan panel bergerak satu terhadap yang lain agar susunannya tidak berubah bentuk seiring waktu. Di belakang layar terdapat engsel yang, menurut Apple, terdiri atas 100 komponen; sebagian terpasang pada pelat penyangga serat karbon.

Apple juga memakai lapisan bertekstur nano untuk mengurangi pantulan dan menyamarkan bekas lipatan. Lapisan itu berupa polimer dengan pelindung antigores. Penulis menilai lapisan tersebut kemungkinan bukan penyebab retak. Ia menduga kerusakan lebih mungkin melibatkan satu atau kedua lapisan kaca tipis, mungkin akibat cacat produksi atau cara membuka perangkat yang terlalu kasar.

Itu tetap dugaan, bukan hasil pemeriksaan terhadap unit yang rusak. Penulis juga menjelaskan bahwa panel OLED lebih lentur daripada kaca, sementara titanium dan polimer bertekstur nano dinilai kecil kemungkinannya menjadi bagian yang retak. Jika kaca pecah, panel OLED yang berada di antara lapisan bisa ikut terdampak.

Perbandingan dengan ponsel lipat lain perlu cermat

Pengalaman Samsung menjadi konteks penting, bukan bukti bahwa rancangan Apple sama. Samsung telah mengembangkan ponsel lipat selama satu dekade dan memperbaiki struktur layar serta teknologi engsel pada lini Galaxy Z Fold dari generasi ke generasi.

Artikel itu menyebut Galaxy Z Fold 8 Ultra menggunakan dua pelat titanium. Satu pelat yang lebih kaku membantu perangkat terbuka rata, sedangkan lembaran tipis dari paduan titanium membantu daya tahan pada bagian lipatan.

Apple tidak menjelaskan sumber teknologi layar iPhone Duo; banyak pengamat, menurut tulisan tersebut, menduga pengembangannya berawal dari teknologi Samsung. Meski begitu, arsitektur layar dan engsel kedua perangkat disebut berbeda.

CEO Apple John Ternus pernah mengkritik rasa permukaan plastik pada ponsel lipat lain. Penulis menilai kritik itu tidak sepenuhnya adil berdasarkan pengalamannya menggunakan sejumlah ponsel lipat utama. Ia juga mengakui Apple mengembangkan layar lipatnya dengan memanfaatkan pengalaman dari iPad dan Mac.

Bagi pemilik perangkat, perbedaan antara keluhan terbatas dan cacat menyeluruh bukan sekadar soal istilah.

Pengakuan Apple memberi pengguna yang terkena masalah langkah penanganan melalui AppleCare, sementara jumlah unit yang disebut terdampak belum menjadi dasar untuk menyimpulkan semua perangkat berisiko sama.

Pemeriksaan terhadap unit yang retak akan lebih menentukan daripada julukan yang ramai dibicarakan.

Apple menyarankan pemilik dengan masalah layar menghubungi AppleCare untuk penggantian. Perhatian berikutnya tertuju pada bagaimana perusahaan menangani unit-unit yang dilaporkan retak dan apakah pemeriksaan itu mengubah pemahamannya tentang penyebab kerusakan.

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Kode Redeem FC Mobile Terbaru 13 Oktober 2026: Klaim Pack & Coins Gratis