JAKARTA — Pergerakan IHSG berbalik tajam setelah sempat dibuka menguat pada perdagangan Kamis (29/10/2026). Indeks Harga Saham Gabungan turun 1,07% ke level 5.225,65 pada pukul 09.21 WIB, ditekan pelemahan sejumlah sektor dan saham berkapitalisasi besar.
Pada awal sesi, IHSG dibuka di 5.305,20 dan sempat mencapai 5.320,90. Tekanan jual kemudian membawa indeks ke titik terendah 5.223,90 pada pukul 09.18 WIB sebelum memantul ke kisaran 5.232. Pergerakannya masih mendatar di area itu saat data pukul 09.21 WIB dicatat.
Penurunan sebesar 56,66 poin terjadi ketika volume transaksi tercatat sekitar 44,48 juta lot, dengan nilai sekitar Rp1,89 triliun. Data Refinitiv menunjukkan sektor infrastruktur melemah 1,7%, sektor teknologi turun 1%, dan sektor keuangan terkoreksi 0,4%.
Penyebab IHSG turun: saham pemberat dan tekanan sektor
Sejumlah saham menjadi pemberat indeks pada awal perdagangan. Di antaranya PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), dan PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA).
Saham lain yang turut menekan pergerakan IHSG adalah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), serta PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS). Tekanan dari berbagai sektor dan saham ini membalikkan penguatan indeks yang sempat terlihat sesaat setelah pembukaan.
Bagi investor, pelemahan lintas sektor berarti pergerakan indeks tidak hanya bergantung pada satu kelompok saham. Saham perbankan, telekomunikasi, energi, dan teknologi ikut masuk dalam daftar pemberat, sehingga tekanan pada beberapa emiten besar dapat terasa pada indeks secara luas. Namun, angka perdagangan ini menggambarkan kondisi hingga pukul 09.21 WIB, bukan hasil penutupan pasar.
Keputusan The Fed dan data inflasi AS jadi perhatian
Di pasar global, keputusan The Federal Reserve mempertahankan suku bunga acuan pada 3,75%-4,00% menjadi salah satu perhatian. Keputusan pada Kamis (29/10/2026) itu tidak bulat: Lisa Cook dan Beth Hammack mendukung kenaikan 25 basis poin. The Fed menyebut inflasi masih tinggi, sementara Ketua The Fed Kevin Warsh tidak memberi petunjuk mengenai arah kebijakan berikutnya.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.