Warsh menegaskan bank sentral masih berupaya mengembalikan inflasi ke target 2%. Ia juga menilai ekonomi AS semakin kuat. Pertumbuhan semester I-2026 direvisi naik menjadi 2,4%, tetapi suku bunga tinggi tetap menambah tekanan pada biaya pinjaman dan investasi, termasuk pembangunan infrastruktur kecerdasan buatan.
Pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada Desember mencapai sekitar 80%. Imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun naik ke 5,042% setelah keputusan The Fed diumumkan. Perubahan imbal hasil dan ekspektasi bunga AS menjadi bagian dari sentimen yang dicermati investor ketika menilai aset di pasar domestik.
Data inflasi PCE Amerika Serikat untuk September dijadwalkan dirilis Kamis (29/10) pukul 19.30 WIB. Pada Agustus 2026, inflasi PCE tercatat 3,4% secara tahunan, sedangkan inflasi inti mencapai 3,0%. Untuk September, inflasi inti diperkirakan naik 0,3% secara bulanan, dari 0,2% pada Agustus, dan meningkat menjadi 3,1% secara tahunan.
Angka itu penting karena PCE menjadi salah satu acuan utama The Fed dalam menetapkan kebijakan moneter. Hasil yang berbeda dari perkiraan dapat mengubah pembacaan pasar terhadap arah suku bunga, sementara perubahan ekspektasi tersebut berpotensi memengaruhi aset berisiko, termasuk saham Indonesia.
Data tenaga kerja dan keputusan ECB melengkapi sentimen
Amerika Serikat juga akan merilis klaim pengangguran untuk pekan yang berakhir pada 24 Oktober 2026. Sebelumnya, klaim awal untuk pekan yang berakhir 17 Oktober turun 6.000 menjadi 194.000, terendah sejak pertengahan Juli dan di bawah ekspektasi pasar sebesar 200.000, menurut Departemen Tenaga Kerja AS.
Data itu mengindikasikan pasar tenaga kerja masih solid. Laba korporasi yang kuat dan permintaan domestik membantu menahan gelombang pemutusan hubungan kerja, meski biaya energi akibat perang AS-Israel dengan Iran, ketidakpastian suku bunga, dan kebijakan perdagangan membayangi keputusan perekrutan perusahaan.
Bank sentral Eropa dijadwalkan mengumumkan keputusan suku bunga pukul 20.15 WIB, lalu menggelar konferensi pers pukul 20.45 WIB. Konsensus memperkirakan suku bunga pembiayaan utama bertahan di 2,65% dan fasilitas deposito tetap 2,50%. Investor juga akan membaca komunikasi ECB mengenai risiko inflasi, perlambatan pertumbuhan, dan tekanan biaya energi.
Perkembangan global itu datang bersamaan dengan perhatian terhadap inflasi dan pergerakan rupiah. Lonjakan imbal hasil Surat Berharga Negara juga menjadi perhatian pasar. Pada perdagangan pagi tersebut, titik terendah IHSG tercatat di 5.223,90 pada pukul 09.18 WIB.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.