Kamis, 29 Oktober 2026 WIB
BREAKING
NASIONAL

Pemerintah Ungkap Neraca 8 Komoditas Pangan dan Pengadaan Beras Tahun 2026

Pemerintah Ungkap Neraca 8 Komoditas Pangan dan Pengadaan Beras Tahun 2026
Pemerintah Ungkap Neraca 8 Komoditas Pangan dan Pengadaan Beras Tahun 2026 Foto: liputan6.com

JAKARTA — Produksi delapan komoditas pangan diproyeksikan mencapai 72,91 juta ton pada 2026, melampaui kebutuhan nasional sebesar 68,22 juta ton. Data Badan Pangan Nasional (Bapanas) itu menunjukkan surplus gabungan sekitar 4,69 juta ton, sementara pengadaan beras pemerintah juga sudah melewati target tahunan.

Hingga 11 Oktober 2026, Perum BULOG mencatat pengadaan 4.131.492 ton setara beras atau 103,29 persen dari target penugasan 4 juta ton. Capaian tersebut memperkuat cadangan beras pemerintah saat pemerintah perlu menjaga pasokan dan menstabilkan harga.

Delapan komoditas yang diproyeksikan memenuhi kebutuhan dalam negeri ialah beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam ras, telur ayam ras, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan capaian itu menjadi perkembangan penting bagi kemandirian pangan.

“Pangan kita sudah berhasil swasembada di 8 komoditas. Beras sudah penuh swasembada,” kata Zulkifli dalam keterangannya, Kamis (29/10/2026).

Neraca 8 komoditas pangan menunjukkan surplus

Jagung diproyeksikan menghasilkan 18 juta ton, sedangkan kebutuhan nasional mencapai 16,44 juta ton. Selisihnya sekitar 1,56 juta ton.

Produksi gula konsumsi diperkirakan 3,04 juta ton, dibanding kebutuhan 2,84 juta ton. Neraca itu mencatat surplus sekitar 207 ribu ton.

Pasokan dari sektor peternakan juga berada di atas kebutuhan. Daging ayam ras diproyeksikan mencapai 4,90 juta ton, sementara kebutuhan nasional sekitar 4,02 juta ton. Surplusnya sekitar 876 ribu ton.

Telur ayam ras diperkirakan mencapai 6,99 juta ton, melampaui kebutuhan 6,47 juta ton dengan surplus sekitar 516 ribu ton. Angka-angka tersebut menggambarkan proyeksi produksi dan kebutuhan nasional, bukan jaminan bahwa harga di setiap daerah akan selalu sama atau pasokan tersedia merata.

Pada hortikultura, cabai besar diproyeksikan mencapai 1,52 juta ton, sementara kebutuhan sebesar 929 ribu ton. Surplusnya sekitar 588 ribu ton.

Produksi cabai rawit diperkirakan sekitar 1,51 juta ton, jauh di atas kebutuhan 914 ribu ton. Neraca menunjukkan surplus sekitar 595 ribu ton. Bawang merah mencatat produksi sekitar 1,32 juta ton dan kebutuhan 1,25 juta ton, dengan surplus sekitar 63 ribu ton.

Surplus agregat memberi ruang bagi pemerintah untuk menjaga ketersediaan komoditas, tetapi angka nasional tetap perlu dibaca bersama kebutuhan pengelolaan pasokan dan stabilitas harga. Bagi masyarakat, kecukupan produksi menjadi penting karena gangguan distribusi atau perubahan pasokan dapat memengaruhi ketersediaan pangan di pasar.

Pengadaan beras 2026 lampaui target

Di sektor beras, realisasi pengadaan BULOG melalui skema Public Service Obligation (PSO) mencapai 4.131.492 ton setara beras hingga 11 Oktober 2026. Jumlah itu sudah melampaui target pemerintah sebesar 4 juta ton sebelum tahun berakhir.

Capaian tersebut juga lebih tinggi daripada pengadaan sepanjang 2025, yang mencapai 3.191.969 ton setara beras. Rekor sebelumnya tercatat pada 2012, ketika BULOG menyerap sekitar 3,65 juta ton beras.

Pengadaan itu berkontribusi pada stok cadangan beras pemerintah (CBP) yang tercatat menembus 4,6 juta ton per 11 Oktober 2026. Cadangan menjadi instrumen pemerintah untuk menjaga pasokan, mendukung stabilisasi harga, serta memenuhi kebutuhan intervensi pasar atau bantuan pangan jika diperlukan.

Namun, surplus produksi dan besarnya stok memiliki fungsi yang berbeda. Neraca pangan membandingkan proyeksi produksi dengan kebutuhan, sedangkan CBP merupakan persediaan pemerintah yang dapat digunakan untuk merespons kebutuhan pangan. Keduanya menjadi bagian dari upaya menjaga pasokan nasional.

Untuk 2026, angka pengadaan BULOG telah mencapai 103,29 persen dari target penugasan sebesar 4 juta ton.

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Hari Pahlawan 2026: Selasa 10 November, Kisah Surabaya dan Status Tema Kemensos