Minggu, 5 Juli 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Menko Pangan soroti pentingnya “stick and carrot” pengelolaan sampah

Menko Pangan soroti pentingnya "stick and carrot" pengelolaan sampah di Indonesia
JAKARTA — Menko Pangan soroti pentingnya "stick and carrot" pengelolaan sampah guna mengubah perilaku masyarakat yang selama ini dinilai masih kurang. (Ilustrasi: AI)

JAKARTA — Menko Pangan soroti pentingnya “stick and carrot” pengelolaan sampah guna mengubah perilaku masyarakat yang selama ini dinilai masih kurang peduli terhadap kelestarian lingkungan. Langkah tegas berupa kombinasi sanksi dan penghargaan ini dirasa mendesak agar sistem pembuangan sampah terbuka atau open dumping bisa segera ditinggalkan secara total di berbagai wilayah Indonesia.

Skema stick and carrot ini menuntut adanya konsekuensi nyata di lapangan. Konsep “stick” atau pemukul bakal diwujudkan lewat penegakan hukum yang ketat seperti denda materi hingga sanksi sosial bagi pelanggar, sementara “carrot” atau wortel berupa insentif menarik bagi warga yang aktif memilah dan menyetorkan sampah mereka secara mandiri.

Menolak Sistem Open Dumping di Masa Depan

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan bahwa metode pembuangan sampah konvensional yang menumpuk begitu saja di tempat pembuangan akhir (TPA) sudah tidak boleh lagi dipraktikkan. Aturan hukum yang ada saat ini menuntut pengelolaan yang lebih modern dan terlokalisasi di setiap wilayah.

“Karena open dumping sudah tidak boleh. Jadi nanti seperti Bantar Gebang itu tidak boleh lagi. Sehingga, sampah itu di tiap tempat harus selesai. Kalau open dumping masih seperti sekarang tentu akan kena penalti, ada undang-undang sekarang. Jadi, memang harus ada stick and carrot, harus kita paksa,” ujar Zulkifli Hasan setelah menghadiri Apel Siaga Jaga Jakarta Pilah Sampah di Lapangan Monumen Nasional (Monas), Jakarta.

Zulkifli mengingatkan bahaya fatal jika persoalan ini terus dibiarkan tanpa penanganan serius. Tumpukan sampah yang tidak terkelola dengan baik memicu polusi udara yang hebat, merusak ekosistem air tanah, hingga menghasilkan mikroplastik berbahaya yang memicu penyakit mematikan seperti kanker pada manusia.

Insinerator dan Solusi Teknologi Masa Depan

Pemerintah kini tengah menyiapkan beberapa langkah taktis untuk mengatasi darurat sampah ini. Salah satu solusi teknologi yang disiapkan adalah penyediaan mesin insinerator pembakar sampah ramah lingkungan yang diklaim siap diluncurkan di sejumlah daerah.

Teknologi ini nantinya tidak hanya ditaruh pada fasilitas pembuangan besar. Pemerintah memproyeksikan penggunaan mesin pemusnah sampah tersebut hingga ke level perkantoran swasta, instansi pemerintahan, hingga lingkup rumah tangga terkecil.

Halaman:12Semua Halaman

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda