Kamis, 29 Oktober 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Pesanan Rp557 T, Raksasa Pertahanan Turki Cetak Rekor

Fasilitas produksi radar menggambarkan pesanan ASELSAN yang mencetak rekor
Fasilitas produksi teknologi pertahanan menjadi bagian dari ekspansi kapasitas ASELSAN. (Ilustrasi: AI)

JAKARTA — Saat negara-negara meningkatkan perlindungan wilayah udara, pesanan ASELSAN menembus angka baru. Perusahaan pertahanan Turki itu mencatat backlog 30,7 miliar dolar AS atau Rp557 triliun pada akhir September 2026, rekor tertinggi sepanjang sejarahnya.

Nilai tersebut menggambarkan pekerjaan yang masih harus diselesaikan, bukan pendapatan yang sudah diterima. ASELSAN melaporkan angka itu pada Selasa (27/10/2026), bersamaan dengan kontrak baru sekitar 14 miliar dolar AS yang diperoleh sepanjang Januari hingga September 2026.

Backlog perusahaan bertambah sekitar 7,5 miliar dolar AS dibandingkan akhir kuartal sebelumnya. Untuk pertama kalinya, portofolio pesanan ASELSAN melewati 30 miliar dolar AS. Namun, kontrak pertahanan besar biasanya perlu melewati tahap produksi, integrasi, pengujian, dan pengiriman sebelum menjadi pendapatan.

Pesanan ASELSAN tumbuh bersama kebutuhan pertahanan udara

ASELSAN bergerak di bidang teknologi pertahanan, termasuk radar, sistem pertahanan udara, peperangan elektronik, amunisi berpemandu, elektro-optik, dan komunikasi. Perusahaan menyebut bidang-bidang itu ikut menyumbang pertumbuhan pendapatan.

Perubahan ancaman udara ikut mendorong permintaan. Drone dan amunisi berpemandu menambah tantangan bagi sistem pertahanan, yang perlu mendeteksi ancaman dan mengoordinasikan respons. Radar saja tidak cukup: sensor, komunikasi, komando dan kendali, serta persenjataan perlu bekerja sebagai jaringan.

Di Turki, pengembangan kemampuan tersebut sejalan dengan program Çelik Kubbe atau Steel Dome. Program ini dirancang untuk mengintegrasikan kemampuan deteksi, komando, dan penangkalan ancaman udara. Kebutuhan akan banyak komponen yang saling terhubung memberi peluang bagi perusahaan yang menguasai elektronik dan integrasi sistem, termasuk ASELSAN.

Bagi negara yang membeli peralatan pertahanan, angka backlog memberi gambaran tentang besarnya kontrak yang menanti pemenuhan. Tetapi, nilai pesanan sendiri belum menunjukkan bahwa sistem sudah dikirim atau siap digunakan. Pengadaan tetap bergantung pada kemampuan perusahaan memproduksi, mengintegrasikan, dan menguji perangkat sesuai kontrak.

Kontrak ekspor naik, kapasitas produksi ikut diperluas

Pendapatan ASELSAN mencapai 151,5 miliar lira Turki selama sembilan bulan pertama 2026. Angka itu meningkat 28 persen secara riil dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kontrak ekspor baru tumbuh 34 persen menjadi 1,9 miliar dolar AS.

Kinerja itu menunjukkan permintaan datang dari pasar domestik maupun luar negeri. Namun, nilai kontrak baru sekitar 14 miliar dolar AS jauh lebih besar daripada kontrak ekspor baru. Perbandingan tersebut menegaskan pentingnya pengadaan dalam negeri dan ekosistem industri pertahanan Turki bagi pertumbuhan perusahaan.

Pesanan yang membesar juga menuntut kemampuan produksi yang sepadan. ASELSAN meningkatkan investasi pada infrastruktur dan fasilitas produksi sebesar 228 persen dalam sembilan bulan pertama 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, menjadi 684 juta dolar AS.

Salah satu proyek yang disorot perusahaan ialah Oğulbey Technology Base. Tahap pertama fasilitas yang mulai dibangun pada 2025 itu telah beroperasi selama periode pelaporan 2026, menurut ASELSAN. Perusahaan menyebutnya sebagai investasi industri pertahanan satu tahap terbesar dalam sejarah Republik Turki.

ASELSAN juga mengoperasikan pusat produksi sistem amunisi berpemandu dan memperkuat infrastruktur robotika serta otomatisasi. Fasilitas itu mendukung produksi sistem pertahanan darat, laut, dan udara.

Lonjakan investasi memperlihatkan tantangan di balik rekor pesanan: kontrak harus diterjemahkan menjadi kapasitas manufaktur dan pengiriman nyata. Jika produksi tertinggal, backlog yang besar tidak serta-merta berubah menjadi pendapatan dalam waktu bersamaan. Perusahaan menyatakan investasi fasilitasnya diarahkan untuk menopang ekspansi produksi.

Angka pesanan itu mencerminkan besarnya pekerjaan yang menunggu penyelesaian. Ukuran berikutnya adalah seberapa baik ASELSAN memenuhi kontrak melalui produksi, pengiriman, dan integrasi sistem.

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Kode Redeem FC Mobile Terbaru 13 Oktober 2026: Klaim Pack & Coins Gratis