TAIPEI — Getac resmi memperkenalkan seri notebook rugged terbaru, B360X dan B360X Pro. Perangkat 14 inci ini dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan komputasi berat di lingkungan ekstrem, terutama bagi sektor pertahanan dan militer yang memerlukan performa kecerdasan buatan (AI) tanpa harus bergantung pada koneksi internet yang stabil.
Kedua model baru ini mengandalkan prosesor Intel Core Ultra Series 3, atau yang dikenal dengan sandi Panther Lake. Pihak perusahaan mengklaim mesin ini mampu menghadirkan performa hingga 180 TOPS (Trillion Operations Per Second) untuk komputasi AI. Produk ini dijadwalkan mulai tersedia di pasar pada November 2026, meski belum ada pengumuman resmi mengenai harga jualnya.
B360X Pro menjadi lini unggulan yang dikhususkan bagi profesional pertahanan dan militer. Sebaliknya, varian B360X standar lebih difokuskan untuk kebutuhan keselamatan publik, utilitas, serta sektor manufaktur industri.
Keduanya kini mengadopsi layar LumiBond berukuran 14 inci dengan resolusi 1920 x 1200 piksel dan tingkat kecerahan mencapai 1.400 nits, yang diklaim tetap responsif saat dioperasikan menggunakan sarung tangan atau di bawah guyuran hujan.
Spesifikasi dan Ketangguhan
Walaupun ukuran layar meningkat dibanding pendahulunya, Getac mempertahankan dimensi fisik yang ringkas dengan bobot 2,38kg. Konektivitas yang diusung pun cukup mumpuni, termasuk dukungan standar Wi-Fi 7, Bluetooth 6, serta opsi modul GPS L1/L5.
Dari sisi keamanan, perangkat ini dilengkapi dengan TPM 2.0 dan pembaca kartu pintar, dengan kapasitas penyimpanan internal yang bisa ditingkatkan melalui opsi SSD kedua hingga 4TB.
Ketangguhan notebook ini teruji dengan standar militer MIL-STD-810H, MIL-STD-461G, serta sertifikasi IP66. Perangkat ini bahkan dirancang tahan jatuh dari ketinggian 1,8 meter saat sedang beroperasi. Untuk kebutuhan pemrosesan AI, konfigurasi tertinggi pada B360X menggunakan grafis Arc B390 12-core yang mampu menyumbang 122 TOPS, ditambah dengan 50 TOPS dari NPU (Neural Processing Unit).
Dampak bagi Industri Pertahanan
Bagi pengguna di lapangan, kemampuan menjalankan beban kerja AI secara lokal di perangkat adalah sebuah terobosan krusial.
Kehadiran NPU dengan kapasitas 50 TOPS memungkinkan efisiensi daya yang lebih baik untuk inferensi AI berkelanjutan, terutama saat perangkat hanya mengandalkan baterai di medan tugas.
Hal ini memenuhi standar Copilot+ PC yang ditetapkan Microsoft, sekaligus memberikan fleksibilitas bagi tim lapangan seperti unit kendali drone atau pos komando.
Pilihan konfigurasi pada B360X Pro juga mencakup kartu grafis diskrit Nvidia RTX PRO 500 berbasis arsitektur Blackwell.
Meski secara angka mentah performa AI-nya berbeda dengan solusi terintegrasi Intel, kehadiran GPU Nvidia memberikan keunggulan akses ke ekosistem CUDA, yang hingga saat ini masih menjadi standar utama dalam banyak pengembangan perangkat lunak berbasis AI.
Keputusan Getac untuk membagi spesifikasi berdasarkan kebutuhan industri menunjukkan strategi segmentasi yang tajam antara kebutuhan mobilitas umum dan spesialisasi militer yang memerlukan kapabilitas grafis intensif.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.