JAKARTA — Aset digital yang tersimpan dalam akun bisa hilang setelah satu kali akses dicuri, sehingga pengguna perlu melindunginya dengan keamanan berlapis. FBI mengingatkan, transaksi kripto umumnya tidak dapat dibatalkan setelah diproses, membuat pencurian atau kesalahan transfer berisiko menimbulkan kerugian.
Dalam laporan yang dikutip VIVA pada Jumat (30/10/2026), Internet Crime Complaint Center (IC3) milik Federal Bureau of Investigation (FBI) menjelaskan bahwa mata uang kripto adalah token digital yang dapat digunakan untuk mengirim nilai melalui jaringan terdesentralisasi. FBI juga memperingatkan penipu dapat berpura-pura menjadi petugas layanan bursa kripto demi mengambil alih akun.
Mengapa keamanan akun aset digital penting?
Aset digital tidak memiliki bentuk fisik, tetapi dapat disimpan dan dipindahkan secara elektronik. Kripto menjadi salah satu contohnya. Karena akun dapat membuka akses ke informasi pribadi, layanan keuangan, hingga aset bernilai ekonomi, perlindungan akun perlu lebih kuat daripada sekadar kata sandi.
Risikonya bukan hanya kata sandi yang mudah ditebak. Penipu bisa menghubungi pengguna dengan menyamar sebagai petugas bursa, lalu meminta informasi masuk atau mengirim tautan palsu. Jika korban menyerahkan data akses, pelaku dapat mencoba menguasai akun dan memindahkan aset.
Transaksi kripto umumnya tidak bisa dibatalkan setelah diproses. Jadi, jika aset terkirim akibat penipuan atau kesalahan, pengguna berpotensi kesulitan memulihkannya. Itulah sebabnya keamanan perlu dibangun sebelum muncul masalah, bukan setelah akun menunjukkan aktivitas mencurigakan.
Bagaimana memperkuat keamanan akun aset digital?
FBI menyarankan penggunaan passphrase yang kuat dan berbeda untuk setiap akun. Kata sandi panjang yang tidak dipakai ulang mengurangi kemungkinan satu kebocoran membuka akses ke layanan lain. Hindari kombinasi yang mudah ditebak seperti tanggal lahir, nama, atau urutan angka sederhana.
Pengelola kata sandi tepercaya dapat membantu menyimpan kombinasi unik tanpa mengandalkan ingatan untuk setiap akun. Jika tersedia, pengguna juga dapat mempertimbangkan passkey yang terhubung dengan perangkat terverifikasi. Keduanya membantu mengurangi kebiasaan memakai satu kata sandi untuk banyak layanan.
Kata sandi saja belum cukup. Aktifkan autentikasi multifaktor (MFA), sehingga proses masuk memerlukan verifikasi tambahan. Pilihan yang disebut dalam bahan sumber mencakup aplikasi autentikator atau kunci keamanan.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.