SURABAYA — Dinas Pendidikan Jawa Timur memberi kesempatan tes ulang kepada 73.379 peserta TKA 2026 gelombang I jenjang SMA sederajat pada Jumat (30/10), setelah kendala teknis mengganggu pelaksanaan ujian daring di sejumlah daerah.
Gangguan pada hari kedua sesi pertama itu mencakup pemadaman listrik di beberapa lokasi. Peserta yang terdampak berasal dari 2.977 satuan pendidikan, sementara pelaksanaan TKA gelombang I di Jawa Timur diikuti 242.151 peserta dari berbagai jenjang.
Kesempatan mengulang penting bagi peserta yang tidak dapat menjalani tes dengan lancar karena gangguan di luar kendali mereka. Dindik Jatim menyebut pelaksanaan di sebagian besar wilayah berjalan baik, meski gangguan teknis membuat puluhan ribu peserta perlu kembali mengikuti ujian.
Siapa saja peserta yang mengikuti tes ulang TKA Jatim?
Sebanyak 73.379 peserta dari 2.977 satuan pendidikan mendapat kesempatan mengikuti tes ulang. Kebijakan itu diberikan kepada peserta yang mengalami gangguan teknis saat ujian daring.
Kepala Dindik Jawa Timur Aries Agung Paewai mengatakan kendala terjadi pada hari kedua sesi pertama, yang dalam jadwal pelaksanaan disebut G1H2S1. Salah satu gangguan yang muncul adalah listrik padam secara tiba-tiba.
“Sesi pertama ada pemadaman yang tidak terduga, tiba-tiba listrik mati. Tidak banyak ada yang Ponorogo terus beberapa di Surabaya, juga di Madura, terus Probolinggo,” ujar Aries di kantornya, Jumat (30/10).
Wilayah yang disebut Aries meliputi Ponorogo, Surabaya, Madura, dan Probolinggo. Pemadaman menjadi kendala bagi satuan pendidikan yang menjalankan tes secara daring, sehingga peserta terdampak perlu mendapat kesempatan untuk mengulang.
TKA gelombang I diikuti 242.151 peserta
Dindik Jawa Timur menggelar TKA 2026 gelombang I untuk jenjang SMA, SMK, SMALB, dan Paket C. Total peserta mencapai 242.151 orang dengan pelaksanaan yang melibatkan 4.546 satuan pendidikan di Jawa Timur.
Dalam keterangannya, Dindik merinci satuan pendidikan yang terlibat terdiri atas 1.139 sekolah SMA, 1.546 SMK, 140 SLB, serta 136 PKBM/SKB. Rincian tersebut menggambarkan luasnya penyelenggaraan ujian lintas jenis pendidikan di provinsi itu.
Aries menilai hasil evaluasi gelombang pertama di Jawa Timur secara umum berjalan baik dibandingkan pelaksanaan di tempat lain. Namun, kendala di sejumlah lokasi tetap berdampak langsung pada peserta yang harus kembali menjalani tes.
“Hasil evaluasi gelombang I sebagian besar di Jawa Timur dibanding dengan tempat lain, sangat baik, lancar,” kata Kepala Dindik Jawa Timur itu.
Bagi peserta terdampak, tes ulang menjadi kesempatan untuk menyelesaikan ujian setelah gangguan teknis menghambat sesi sebelumnya. Penyelenggara juga perlu memastikan peserta yang mendapat kesempatan ulang mengetahui jadwal dan mekanisme pelaksanaan dari satuan pendidikan masing-masing.
Aturan tes ulang mengacu surat edaran menteri
Kesempatan mengulang TKA diberikan berdasarkan Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 22 Tahun 2026 tentang pelaksanaan tes ulang TKA dan Asesmen Nasional. Dindik Jatim menyebut kebijakan itu menjadi dasar bagi peserta yang mengalami gangguan teknis.
Dengan jumlah 73.379 peserta dari 2.977 satuan pendidikan, pelaksanaan tes ulang mencakup peserta terdampak di berbagai wilayah. Kendala yang disampaikan Dindik antara lain pemadaman listrik pada sesi ujian daring.
Evaluasi gelombang pertama menjadi perhatian bagi penyelenggara karena gangguan pada satu sesi dapat memengaruhi banyak peserta sekaligus. Dindik Jatim menyatakan sebagian besar pelaksanaan berjalan lancar, sementara peserta terdampak memperoleh kesempatan tes ulang sesuai surat edaran.
Jumlah peserta yang dijadwalkan mengulang mencapai 73.379 orang.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.