Sabtu, 31 Oktober 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Mencoba Honda ADV160 Baru di Jalur Pegunungan Semarang-Ambarawa

Honda ADV160 melintasi jalur pegunungan Semarang menuju Ambarawa
Honda ADV160 diuji melewati tanjakan, tikungan, dan jalan bergelombang dalam touring menuju Ambarawa. (Ilustrasi: AI)

SEMARANG — Honda ADV160 mencatat konsumsi bahan bakar sekitar 40 km/liter setelah menempuh touring sekitar 151 kilometer dari Semarang menuju Ambarawa pada 23–24 Oktober 2026. Motor ini diuji di tanjakan, turunan, tikungan tajam, serta beberapa ruas jalan yang sedang diperbaiki.

Perjalanan tersebut diikuti 20 pewarta dalam rangka menuju Honda Bikers Day (HBD) 2026. Rute melewati kawasan Semarang, Kendal, Wonosobo, Temanggung, hingga Lapangan Panglima Sudirman di Ambarawa, dengan kecepatan rata-rata 60–95 km/jam selama dua etape.

Catatan konsumsi itu berasal dari pengukuran selama touring, bukan jaminan hasil untuk semua pengendara. Kondisi jalan, lalu lintas, kebiasaan berhenti, postur tubuh, dan gaya berkendara dapat memengaruhi pemakaian bahan bakar.

Bagaimana Honda ADV160 menghadapi tanjakan dan tikungan?

Mesin berkapasitas 156,9 cc dengan teknologi eSP+ menghasilkan tenaga maksimum 15,8 dk dan torsi 14,7 Nm. Di jalur pegunungan, akselerasinya terasa cepat tanpa hentakan berlebihan, sehingga membantu saat motor menanjak maupun mengurangi kecepatan sebelum memasuki tikungan.

Karakter jalan yang naik-turun memberi gambaran lebih nyata tentang respons mesin ketimbang perjalanan di jalan lurus. Tenaga terasa cukup untuk menghadapi tanjakan, sementara suara mesin saat bekerja keras tidak terdengar terlalu nyaring menurut pengalaman touring tersebut.

Etape pertama dimulai dari Astra Motor Safety Riding Center (AMSRC) di Semarang. Rombongan melintasi Boja dan Patean di Kendal sebelum menuju kawasan Telaga Menjer dan Dieng, Wonosobo. Sebelum berangkat, peserta mendapat pengarahan keselamatan berkendara, termasuk teknik pengereman saat menuruni jalan dan pengaturan gas ketika menanjak.

Ruas Muntung-Tambi menghadirkan tantangan berbeda. Di sejumlah titik, pekerjaan perbaikan jalan membuat permukaannya tidak mulus. Suspensi depan teleskopik dan suspensi belakang ganda dengan tabung reservoir meredam guncangan, sementara motor terasa tetap stabil di jalan bergelombang.

Apa yang terasa saat melintasi jalan rusak?

Suspensi yang empuk membantu mengurangi guncangan, tetapi kestabilan tetap penting ketika permukaan jalan berubah-ubah. Kombinasi itu membuat pengendara lebih mudah mempertahankan kendali saat melewati ruas yang tidak rata, terutama ketika jalur juga menuntut konsentrasi untuk membaca tikungan dan perubahan elevasi.

Jok lebar dan posisi berkendara turut menopang kenyamanan sepanjang perjalanan. Dalam pengalaman pewarta kumparanOTO dengan tinggi 170 cm dan berat badan 85 kg, posisi duduk tetap terasa mendukung selama touring. Pengalaman ini bersifat personal; kenyamanan dapat berbeda mengikuti postur dan kebiasaan pengendara.

Perjalanan hari berikutnya berlangsung dalam cuaca berkabut khas Dieng. Rombongan melanjutkan rute melalui Temanggung dan Kaloran menuju Lapangan Panglima Sudirman, Ambarawa. Kontur jalan di etape kedua disebut hampir serupa dengan perjalanan sebelumnya, sehingga motor kembali menghadapi kombinasi tanjakan, turunan, dan tikungan.

Fitur keselamatan yang diuji di jalur pegunungan

Varian ABS dilengkapi sistem pengereman untuk mencegah roda mengunci ketika pengendara melakukan pengereman mendadak. Sementara itu, Honda Selectable Torque Control (HSTC) membantu mengurangi potensi roda belakang selip.

Keduanya relevan di rute dengan perubahan permukaan dan traksi. ABS mendukung kendali saat pengendara perlu memperlambat laju, sedangkan HSTC membantu ketika motor berakselerasi di permukaan yang cengkeramannya terbatas. Fitur tersebut tidak menggantikan kewaspadaan, terutama saat berhadapan dengan tikungan tajam atau jalan yang sedang diperbaiki.

Bagi pengguna, hasil uji di jalur seperti ini memberi gambaran bahwa kenyamanan perjalanan tidak hanya bergantung pada tenaga mesin. Suspensi, posisi duduk, respons pengereman, dan kendali traksi ikut menentukan rasa percaya diri ketika menghadapi rute yang berubah-ubah.

Namun, konsumsi bahan bakar dalam touring dengan kecepatan rata-rata 60–95 km/jam belum tentu sama dengan pemakaian harian di perkotaan yang memiliki kondisi lalu lintas dan frekuensi berhenti berbeda.

Setelah menempuh dua etape, rombongan tiba di Ambarawa untuk menghadiri puncak Honda Bikers Day 2026. Dalam pengukuran sepanjang perjalanan sekitar 151 kilometer itu, konsumsi Honda ADV160 tercatat sekitar 40 km/liter.

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Kode Redeem FC Mobile Terbaru 13 Oktober 2026: Klaim Pack & Coins Gratis