Jumat, 30 Oktober 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Awas, Perangkat Lunak CCTV Jadi Celah Peretas Masuk Jaringan

Awas, Perangkat Lunak CCTV Jadi Celah Peretas Masuk Jaringan
Awas, Perangkat Lunak CCTV Jadi Celah Peretas Masuk Jaringan Foto: TechRadar

JAKARTA — Keamanan jaringan perusahaan kini menghadapi ancaman baru yang tidak terduga melalui celah pada perangkat lunak manajemen kamera pengawas atau CCTV. Peneliti keamanan dari Huntress baru saja mengeluarkan peringatan keras terkait kampanye serangan yang memanfaatkan kerentanan pada sistem tersebut untuk menyusup ke infrastruktur perusahaan.

Pokok Peristiwa

Sepanjang September hingga Oktober 2026, tim peneliti Huntress yang terdiri dari Harlan Carvey dan Lindsey O’Donnell-Welch menemukan serangkaian insiden di mana peretas menggunakan perangkat lunak manajemen kamera yang sah sebagai pintu masuk utama.

Meski belum bisa mengidentifikasi vendor pengembang perangkat lunak tersebut secara pasti, analisis awal mengarah pada dugaan keterlibatan entitas bernama 3R Global asal Korea, meski hal ini belum terkonfirmasi sepenuhnya.

Modus operandi peretas dalam serangan ini cukup sistematis. Mereka mengeksploitasi sistem manajemen CCTV untuk melakukan side-loading berkas DLL berbahaya. Dengan memanfaatkan eksekusi dari program yang dianggap legal, peretas mampu menghindari deteksi antivirus konvensional.

Peneliti menyebut bahwa setelah mendapatkan akses awal, penyerang meluncurkan reverse shell dan mengunduh berkas berbahaya ke sistem target.

Konteks

Dalam aksinya, peretas menyisipkan berkas bernama WpcMon.exe, yang sebenarnya merupakan komponen asli dari Microsoft Windows Parental Control. Namun, berkas tersebut dimanipulasi untuk memuat DLL berbahaya seperti IPHLPAPI.DLL dan samcli.dll yang menyamar sebagai pustaka kompresi zlib.

Melalui teknik ini, peretas dapat terus berkomunikasi dengan server komando dan kontrol (C2) dari jarak jauh tanpa terdeteksi oleh sistem keamanan standar.

Dampak langsung bagi perusahaan adalah terbukanya akses bagi pelaku kejahatan siber untuk menguasai infrastruktur inti.

Peretas bahkan menciptakan persistensi dengan menambahkan referensi program ke dalam kunci registry pengguna, sehingga muatan berbahaya akan otomatis berjalan setiap kali pengguna masuk ke sistem.

Dampak dan Langkah Berikutnya

Minimnya informasi mengenai nama perangkat lunak yang diserang membuat ruang lingkup ancaman ini sulit diukur secara akurat.

Para ahli menyarankan departemen TI perusahaan untuk segera mendata seluruh perangkat lunak manajemen kamera yang digunakan dan memperketat akses ke sistem tersebut.

Penggunaan kontrol aplikasi menjadi krusial untuk mencegah berkas eksekusi yang tidak disetujui berjalan di jalur yang dapat ditulis pengguna.

Perusahaan juga diimbau untuk selalu memantau adanya proses mencurigakan serta koneksi keluar yang tidak biasa, yang sering kali menjadi indikator awal infiltrasi peretas.

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Kode Redeem FC Mobile Terbaru 13 Oktober 2026: Klaim Pack & Coins Gratis