BRASILIA — Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Argentina Javier Milei menghadapi tekanan pada 30 Oktober untuk menjelaskan peran negara mereka dalam pelarian Flavio Bolsonaro dari Brasil. Senator berusia 45 tahun itu tiba di Florida pada 28 Oktober setelah keluar dari Brasil melalui Argentina dan Ekuador.
Perjalanan itu berlangsung setelah paspor Brasil dan paspor diplomatik Flavio dibatalkan, menyusul perintah agar ia menyerahkan seluruh paspornya dalam penyelidikan dugaan pencucian uang. Kepergiannya kini memicu pertanyaan tentang kemungkinan bantuan lintas negara, sementara hasil pemilihan presiden Brasil juga menjadi bagian dari ketegangan politik.
Flavio kalah dari petahana Luiz Inacio Lula da Silva dalam pemilihan pada 25 Oktober. Dua hari kemudian, ia meninggalkan Brasil. Setelah tiba di Florida, ia menyebut dirinya sebagai pemimpin Brasil yang sah.
Bagaimana Flavio Bolsonaro meninggalkan Brasil?
Otoritas migrasi Argentina menyatakan Flavio menaiki pesawat pribadi di Puerto Iguazu, wilayah timur laut Argentina, pada malam 27 Oktober. Ia dilaporkan masuk ke Argentina melalui jalur darat sekitar 40 menit sebelum naik pesawat.
Dokumen penerbangan yang dilihat AFP menunjukkan Flavio menggunakan paspor Italia untuk menaiki jet pribadi itu. Paspor tersebut masih dapat dipakai, meski paspor Brasil dan paspor diplomatiknya telah dibatalkan.
Rute penerbangan itu kemudian membawanya ke Ekuador sebelum ia mendarat di Florida pada 28 Oktober. Kepala maskapai Baires Fly, Luis Grande, mengatakan kepada AFP pada 29 Oktober bahwa penerbangan tersebut dipesan melalui seorang perantara yang tinggal di Amerika Serikat.
Sejumlah media AS, termasuk The New York Times dan The Wall Street Journal, melaporkan pesawat itu disewa Jason Miller, penasihat Trump. Gedung Putih belum memberikan komentar mengenai laporan tersebut.
Mengapa Trump dan Milei diminta menjelaskan?
Seorang sumber diplomatik Brasil mengatakan kepada AFP bahwa perwakilan diplomatik Argentina dipanggil pada 29 Oktober untuk “memberikan penjelasan”. Sumber itu menyebut pemanggilan tersebut sebagai pertemuan rutin.
Namun, Menteri Luar Negeri Argentina Pablo Quirno membantah negaranya menerima permintaan penjelasan dari Brasil. “SALAH. Tidak ada permintaan informasi,” tulis Quirno di platform media sosial X pada 30 Oktober.
Perselisihan ini muncul di tengah hubungan Brasil-Argentina yang sudah memburuk. Brasil menarik pulang duta besarnya dan menurunkan tingkat hubungan diplomatik dengan Buenos Aires pada Agustus, setelah Milei berulang kali melontarkan hinaan kepada Lula dan menyebutnya “pencuri” serta “korup”.
Flavio juga menyampaikan terima kasih kepada Milei dan Trump dalam pernyataan pertamanya setelah meninggalkan Brasil. Milei belum mengakui kemenangan Lula, sementara Trump menyebut pemilihan itu “aib” dan “sangat aneh”.
Sikap kedua pemimpin itu kontras dengan pengakuan terhadap kemenangan Lula dari para pemimpin dunia lintas spektrum politik, pengadilan pemilihan Brasil, partai Flavio sendiri, serta sekutu sayap kanan lainnya. Partai Bolsonaro menguasai mayoritas di Kongres Brasil.
Tekanan politik meningkat di Brasil
Di Amerika Serikat, sejumlah anggota Partai Demokrat mengirim surat kepada Menteri Luar Negeri Marco Rubio. Mereka meminta penjelasan segera mengenai peran departemennya dalam membantu Flavio meninggalkan Brasil.
Persoalannya bukan hanya soal rute penerbangan. Kepergian seorang senator yang sedang diselidiki dan baru kalah dalam pemilihan presiden dapat memperbesar ketegangan politik, terutama karena ia menyatakan akan memimpin oposisi dari luar negeri. Bagi Brasil, pertanyaan tentang siapa yang membantu perjalanan itu ikut membayangi pengakuan terhadap hasil pemilihan.
Flavio kini menghadapi keterasingan di dalam negeri dan menjadi bahan ejekan setelah mengumumkan rencananya memimpin oposisi dari luar Brasil. Perhatian politik pun beralih kepada siapa yang akan memimpin kubu kanan dan bagaimana masa depan gerakan Bolsonaro.
Ayahnya, Jair Bolsonaro, mantan pemimpin sayap kanan Brasil berusia 71 tahun, sedang menjalani hukuman 27 tahun dalam tahanan rumah karena merencanakan kudeta setelah kalah dari Lula dalam pemilihan 2022. Istri Jair, Michelle Bolsonaro, yang baru terpilih sebagai senator, menyebut suaminya sebagai “pemimpin kami” dalam pernyataan di Instagram pada 30 Oktober.
Michelle menyerukan persatuan dan meminta pendukungnya tidak mencari pihak untuk disalahkan. Sementara itu, tekanan terhadap pemerintah AS untuk menjelaskan perannya dituangkan dalam surat anggota Demokrat kepada Marco Rubio.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.