Berapa biaya pita magnetik dibanding HDD?
Menurut analisis Fujifilm bersama Brad Johns Consulting, penyimpanan pita magnetik berbiaya sekitar 1 sen per GB. Sebagai pembanding, penyimpanan HDD mentah berharga 3–3,5 sen per GB.
Untuk 100 TB data, perhitungan itu setara dengan biaya sekitar $1.000 pada pita magnetik, dibandingkan $3.000 hingga $3.500 pada HDD. Analisis tersebut memperkirakan potensi penghematan sekitar 67–71 persen.
Perbandingan itu memberi gambaran mengapa pita masih menarik untuk arsip berskala besar, terutama saat perusahaan tidak memerlukan akses instan ke setiap berkas. Namun, angka biaya tersebut berasal dari analisis Fujifilm dan Brad Johns Consulting; pilihan media penyimpanan tetap bergantung pada kecepatan akses dan kebutuhan masing-masing organisasi.
Investasi meluas ke berbagai jenis penyimpanan
Rencana Fujifilm berjalan bersamaan dengan ekspansi di bidang penyimpanan lain. Kioxia berencana menginvestasikan ¥5 triliun bersama mitra asal Amerika Serikat, Sandisk, selama enam tahun untuk memperluas produksi memori semikonduktor.
Toshiba akan mengeluarkan sekitar ¥60 miliar untuk memperbesar pabrik hard disk di Filipina dan menggandakan kapasitas manufakturnya. Hoya merencanakan investasi ¥50 miliar di Vietnam untuk memproduksi substrat kaca yang digunakan pada hard disk, sementara NHK Spring menguraikan tambahan belanja produksi sebesar ¥35 miliar.
Rangkaian rencana itu menunjukkan bahwa kebangkitan pita magnetik tidak berarti industri meninggalkan SSD atau HDD. Perusahaan justru menambah kapasitas di beberapa jenis media, dengan fungsi, kecepatan, dan biaya yang berbeda. Bagi pengelola data, pita menjadi opsi untuk menyimpan arsip luring saat kebutuhan kapasitas tumbuh dan biaya penyimpanan ikut diperhitungkan.
Fujifilm menargetkan kapasitas produksi pita magnetiknya meningkat lima kali lipat pada tahun fiskal 2028.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.