JAKARTA — Anggota Komisi I DPR Amelia Anggraini meminta pemerintah memperkuat perlindungan WNI setelah Muhammad Taufiq (48) dikabarkan tewas saat menjadi tentara Rusia di Ukraina. Ia juga mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap tawaran pekerjaan luar negeri bergaji besar dengan proses perekrutan yang tidak transparan.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menyatakan KBRI Moskow sedang memverifikasi kabar kematian dan status Taufiq. Pemerintah Indonesia juga telah meminta Rusia melalui jalur diplomatik agar WNI tidak direkrut ke dalam militernya.
Kasus ini menimbulkan kekhawatiran tentang perekrutan kerja yang berujung pada penugasan militer. Bagi keluarga dan pencari kerja, informasi yang belum jelas bisa menyembunyikan risiko keselamatan serius.
WNI tewas jadi tentara Rusia, DPR soroti pola perekrutan
Amelia menyebut kabar kematian Taufiq harus menjadi perhatian serius karena menyangkut keselamatan warga Indonesia di luar negeri. Ia meminta pemerintah melihat proses perekrutan secara menyeluruh, bukan hanya menanggapi setelah seorang WNI menghadapi masalah.
“Saya tentu menyampaikan keprihatinan atas informasi mengenai WNI yang dikabarkan meninggal dunia setelah mengikuti proses latihan bersama militer Rusia dalam waktu yang relatif singkat,” kata Amelia kepada wartawan, Sabtu (31/10/2026).
Legislator NasDem itu mengingatkan masyarakat agar tidak mudah menerima tawaran kerja luar negeri yang menjanjikan penghasilan besar. Menurutnya, proses perekrutan yang tidak transparan perlu diwaspadai sebelum seseorang mengambil keputusan yang dapat mengancam keselamatannya.
Amelia juga mengaitkan kasus Taufiq dengan kabar sebelumnya tentang warga Natuna yang disebut berangkat dengan informasi pekerjaan di bidang logistik, lalu diduga terlibat dalam perang. Ia menilai kemiripan pola itu perlu menjadi alarm bagi pemerintah.
“Kita melihat ada pola yang perlu diwaspadai, yakni tawaran pekerjaan sipil, janji penghasilan besar, kemudian dugaan perubahan penugasan yang sangat jauh dari pekerjaan awal,” ujar Amelia.
Apa langkah pemerintah terkait perekrutan WNI?
Kemlu mengatakan KBRI Moskow sedang mendalami identitas dan status Taufiq. Juru bicara Kemlu Yvonne Mewengkang menyampaikan proses verifikasi dilakukan dengan memperhatikan perlindungan data pribadi, seraya meminta pihak-pihak terkait tidak berspekulasi.
“Kementerian Luar Negeri RI mencermati informasi yang beredar tentang seorang WNI yang disebut meninggal dalam dinas militer di Rusia. KBRI Moskow tengah melakukan pendalaman dan verifikasi, termasuk terkait identitas dan status yang bersangkutan,” kata Yvonne kepada wartawan, Jumat (30/10).
Yvonne mengatakan pemerintah telah mengirim permintaan resmi kepada Rusia agar WNI tidak direkrut ke dalam militer atau formasi lain terkait militer, melalui jalur apa pun. Permintaan itu juga mencakup praktik perekrutan yang terindikasi tindak pidana perdagangan orang (TPPO).
Pemerintah Indonesia turut meminta agar WNI dimasukkan ke daftar warga negara yang dikecualikan dari perekrutan militer Rusia. Menurut Yvonne, pengecualian tersebut diminta berlaku secara efektif dan segera.
Pengawasan lowongan kerja diminta diperkuat
Amelia mendorong Kemlu bertindak proaktif dan berkoordinasi dengan kementerian serta lembaga terkait. Ia menilai perlindungan tidak cukup mengandalkan laporan setelah seorang WNI sudah berada dalam situasi bermasalah di luar negeri.
Ia meminta Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia dan BP2MI memperkuat pengawasan terhadap jalur perekrutan serta legalitas penempatan pekerja migran. Kemnaker, kata Amelia, juga perlu memastikan informasi lowongan dan perusahaan perekrut dapat diverifikasi.
Amelia mengingatkan, dugaan penahanan paspor, informasi perekrutan, dan kabar kematian masih perlu diperiksa menyeluruh. Namun, ia menilai rangkaian tanda tersebut tidak seharusnya dipandang sebagai persoalan biasa.
Permintaan diplomatik kepada Rusia kini berjalan bersamaan dengan verifikasi KBRI Moskow. Pemerintah juga didorong menelusuri jalur perekrutan dan memastikan informasi kerja yang diterima calon pekerja tidak membawa mereka ke penugasan yang berbeda dan berbahaya.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.