Minggu, 1 November 2026 WIB
BREAKING
POLITICS

Iran Buka Peluang Dialog dengan AS, tetapi Menuntut Tujuh Syarat

Iran Buka Peluang Dialog dengan AS, tetapi Menuntut Tujuh Syarat
Iran Buka Peluang Dialog dengan AS, tetapi Menuntut Tujuh Syarat

Peluang perundingan Iran dan Amerika Serikat masih bergantung pada keputusan Washington memenuhi tuntutan Teheran. Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Mohsen Rezaei menyatakan kedua negara belum akan berunding sebelum tujuh syarat yang diajukan Iran diterima.

Rezaei menyampaikan pernyataan itu pada Sabtu, 31 Oktober. Ia menegaskan, tujuh tuntutan tersebut berbeda dari ketentuan dalam nota kesepahaman Islamabad. Namun, isi rinci syarat-syarat itu tidak disampaikan dalam pernyataan yang tersedia.

Sikap Teheran memberi batas tegas bagi upaya membuka kembali jalur diplomasi. Bagi negara lain yang mengikuti perkembangan konflik, termasuk Indonesia, keputusan Washington atas tuntutan itu menjadi salah satu hal yang dapat memengaruhi apakah pembicaraan akan berlangsung. Untuk saat ini, syarat Iran menjadi penghalang utama.

“Tidak akan ada perundingan” sebelum Washington memenuhi tuntutan Teheran, kata Rezaei kepada televisi pemerintah Iran. Ia juga menyebut Iran harus “menghukum” Amerika Serikat. Menurutnya, tanpa langkah semacam itu negara lain dapat menilai mereka juga bisa melakukan serangan militer serupa terhadap Iran.

Pernyataan tersebut muncul setelah kedua negara mengalami rangkaian bentrokan dan upaya meredakan permusuhan. Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel mulai menyerang sejumlah sasaran di Iran. Teheran kemudian membalas serangan itu.

Pada pertengahan Juni, Iran dan AS menandatangani nota kesepahaman yang bertujuan menghentikan permusuhan. Namun, jeda itu tidak bertahan lama. Kedua pihak kembali melancarkan serangan, sementara konflik hingga kini belum terselesaikan.

Rezaei menekankan bahwa syarat yang kini diajukan Teheran tidak sama dengan ketentuan dalam nota kesepahaman Islamabad. Perbedaan itu menunjukkan bahwa kesepakatan sebelumnya belum menjadi dasar yang cukup bagi Iran untuk kembali berunding. Pernyataan tersebut juga belum menjelaskan bagaimana Washington akan menanggapi tuntutan baru itu.

Di jalur diplomatik, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi sebelumnya mengatakan Teheran tetap membuka kemungkinan berdialog dengan AS. Ia menyebut Iran menghendaki jaminan kredibel bahwa serangan militer tidak akan berulang selama proses diplomasi, serta dialog yang berlangsung dengan prinsip saling menghormati. Araghchi juga mengatakan upaya perundingan yang dilakukan Iran selama dua tahun terakhir berulang kali diikuti serangan militer.

Dua pernyataan pejabat Iran itu sama-sama menunjukkan bahwa peluang dialog belum tertutup, tetapi Teheran mengaitkannya dengan tuntutan keamanan dan penghormatan terhadap hak kedaulatan. Pernyataan Rezaei menambahkan satu batas politik: Washington harus lebih dulu menerima tujuh syarat, yang menurutnya berbeda dari kesepakatan Islamabad.

Perkembangan yang perlu dicermati berikutnya adalah respons AS terhadap tuntutan tersebut dan apakah kedua negara kembali membuka pembicaraan. Rezaei belum memberikan rincian syaratnya, tetapi pesannya tegas: “tidak akan ada perundingan” sebelum Washington memenuhi tuntutan Teheran.

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

Uji dirimuTes Logika Ringan: 10 Soal Asah Otak, Berapa Skormu? →