Minggu, 1 November 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI

BEI Siapkan Pemeriksaan Acak Free Float Emiten, Ini Risikonya

BEI Siapkan Pemeriksaan Acak Free Float Emiten, Ini Risikonya
BEI Siapkan Pemeriksaan Acak Free Float Emiten, Ini Risikonya. (Ilustrasi: AI)

LOMBOK — Pemeriksaan acak free float emiten oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) dapat berujung pada tindakan tegas terhadap direksi yang bertanggung jawab jika laporan kepemilikan saham publik atau pihak terafiliasi terbukti tidak benar. Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menyampaikan rencana itu dalam workshop pasar modal Indonesia di Lombok, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (31/10).

Bagi investor, pemeriksaan ini menyangkut keandalan informasi tentang siapa yang memiliki saham perusahaan tercatat dan apakah pemegang saham itu terafiliasi. BEI menyatakan langkah tersebut ditujukan untuk memperkuat transparansi pasar modal.

Apa yang diperiksa BEI dalam laporan free float emiten?

BEI akan memeriksa secara acak laporan emiten mengenai kepemilikan saham publik dan pihak-pihak terafiliasi. Sebelum pemeriksaan dilakukan, bursa kembali mengirimkan pengingat kepada seluruh perusahaan tercatat agar menyampaikan data dengan benar.

Jeffrey mengatakan pengingat itu dikirim pada pekan sebelumnya. Ia menyebut tindakan dapat dikenakan kepada direksi yang bertanggung jawab apabila pemeriksaan menemukan laporan free float atau informasi afiliasi yang tidak benar.

“Minggu lalu reminder itu kami kirimkan kembali, dan setelah ini kami akan melakukan random checking. Bila ditemukan ada perusahaan tercatat yang melaporkan free float atau pihak terafiliasi tidak benar, kami akan mengambil tindakan tegas terhadap direksi yang bertanggung jawab,” ujar Jeffrey.

Transparansi kepemilikan saham diperluas

Pemeriksaan acak bukan satu-satunya langkah BEI. Bursa juga memperluas informasi kepemilikan saham yang dibuka kepada publik, termasuk nama pemegang saham dengan kepemilikan di atas 1 persen.

Informasi tersebut tidak berhenti pada identitas pemegang saham. BEI turut memperinci klasifikasi investor dan berencana menambahkan keterangan mengenai status afiliasi pemegang saham. Dengan begitu, pelaku pasar dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas tentang kepemilikan saham yang dilaporkan emiten.

“Kemudian ke depan kita akan tambahkan lagi apakah nama ini terafiliasi atau tidak terafiliasi, untuk meningkatkan kualitas dari transparansi tersebut,” kata Jeffrey.

Bursa juga telah memperluas pengelompokan investor. Data yang sebelumnya terdiri atas sembilan tipe kini mencakup 39 tipe investor. Jeffrey menempatkan pengayaan data itu sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas keterbukaan informasi di pasar modal.

Dampaknya bagi investor dan emiten

Ketepatan laporan free float dan informasi afiliasi penting karena keduanya memberi konteks mengenai kepemilikan saham perusahaan tercatat. Ketika data lebih rinci dan dapat diperiksa, investor memiliki informasi yang lebih luas saat menilai struktur kepemilikan suatu emiten. Bagi perusahaan, rencana pemeriksaan ini juga membuat pelaporan kepemilikan perlu disampaikan secara benar.

BEI mengaitkan pemeriksaan dan perluasan data dengan transparansi. Karena itu, cakupan informasi yang dibuka kepada publik akan bertambah dari nama pemegang saham dan klasifikasi investor menuju status afiliasi pemegang saham.

Jeffrey menegaskan, “Bila ditemukan ada perusahaan tercatat yang melaporkan free float atau pihak terafiliasi tidak benar, kami akan mengambil tindakan tegas terhadap direksi yang bertanggung jawab.”

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Link DANA Kaget Hari Ini 10 Agustus 2026: Klaim Saldo DANA Gratis Langsung Cair