SAARBRÜCKEN — Amalia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Ramadhanti memastikan gelar HYLO Open 2026 untuk Indonesia pada Senin, 2 November 2026, setelah menang dua gim atas Hsu Yin-Hui/Lin Jhih Yun dari Chinese Taipei.
Tiwi/Fadia menang 21-18 dan 21-19 di Saarlandhalle. Kemenangan itu menjadi satu-satunya gelar Indonesia dalam turnamen tersebut, sementara Jonatan Christie kalah pada final tunggal putra.
Bagaimana Tiwi/Fadia mengunci gelar HYLO Open 2026?
Pasangan Indonesia mengambil kendali sejak gim pertama lewat serangan agresif. Mereka sempat unggul 15-12, lalu mempertahankan tekanan sampai menutup gim dengan skor 21-18.
Persaingan lebih ketat pada gim kedua. Hsu/Lin memberi perlawanan dan Tiwi/Fadia sempat tertinggal dalam upaya mencari ritme permainan.
Kedua pasangan kemudian berada di angka 11-11 pada pertengahan gim. Setelah itu, Tiwi/Fadia mulai menemukan pola serangan yang lebih efektif dan bergerak keunggulan tipis 19-18 sebelum memastikan kemenangan 21-19.
Satu gelar Indonesia di tengah hasil final lain
Hasil Tiwi/Fadia membuat Indonesia pulang dengan satu gelar dari HYLO Open 2026. Di empat sektor lainnya, wakil Indonesia gagal menjadi juara.
Jonatan Christie menjadi salah satu yang tampil di partai final. Ia kalah dari tunggal putra India, Laksya Sen, dalam dua gim dengan skor 17-21 dan 10-21.
Perbedaan hasil itu menempatkan kemenangan ganda putri sebagai pencapaian utama Indonesia di turnamen ini. Tiwi/Fadia menuntaskan final dengan dua gim langsung, sedangkan Jonatan tak berhasil memperpanjang pertandingan setelah kalah di gim kedua.
Arti kemenangan bagi ganda putri Indonesia
Gelar ini memberi Indonesia hasil konkret dari sektor ganda putri di tengah kegagalan meraih trofi di empat sektor lain. Bagi tim, kemenangan final juga menutup turnamen dengan satu gelar, bukan tanpa juara.
Skor pertandingan memperlihatkan dua gim dengan dinamika berbeda. Tiwi/Fadia menguasai fase penting pada gim pertama, sedangkan gim kedua menuntut mereka mengejar kembali ritme setelah mendapat tekanan dari pasangan Chinese Taipei.
Kemampuan menjaga serangan ketika unggul dan kembali menyamakan kedudukan menjadi kunci pertandingan. Saat skor 19-18, Tiwi/Fadia berada di ambang gelar; mereka lalu merampungkan gim kedua dengan skor 21-19.
Di final lainnya, kekalahan Jonatan dari Laksya Sen menegaskan bahwa Indonesia hanya membawa pulang satu gelar. Piala HYLO Open 2026 untuk Indonesia jatuh ke tangan Amalia Cahaya Pratiwi dan Siti Fadia Ramadhanti.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.