Selasa, 3 November 2026 WIB
EKONOMI

Harga Cabai Rawit Merah Melonjak, Pasokan 7 Ton Dikirim

Harga Cabai Rawit Merah Melonjak, Pasokan 7 Ton Dikirim
Harga Cabai Rawit Merah Melonjak, Pasokan 7 Ton Dikirim

JAKARTA — Harga cabai rawit merah sempat mencapai Rp124.400 per kilogram pada awal November 2026, jauh melampaui Harga Acuan Pemerintah (HAP) Rp57.000 per kilogram. Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan kemarau panjang menekan produksi, sementara pemerintah mengirim 7 ton cabai dari Jawa Timur ke Halmahera untuk membantu meredam kenaikan.

Lonjakan harga membuat cabai rawit merah menjadi perhatian di tengah pasokan yang tidak tersebar merata. Data pembanding mencatat harga komoditas yang sama sebesar Rp93.650 per kilogram pada Selasa, sehingga angka itu berbeda dari rata-rata yang sempat mencapai Rp124.400 per kilogram dalam keterangan pemerintah.

Budi menyebut cuaca sebagai pemicu kenaikan pada beberapa jenis cabai. Ia menyampaikan hal itu setelah rapat koordinasi terbatas di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (3/11/2026).

Mengapa harga cabai rawit merah naik?

Kemarau panjang menekan produksi cabai, sedangkan distribusi yang belum merata membuat harga di sejumlah daerah meningkat. Budi mengatakan kenaikan juga terjadi pada cabai merah keriting, sementara cabai rawit merah mengalami kenaikan yang lebih terbatas menurut keterangannya.

“Memang cabai rawit, kemudian cabai keriting, cabai rawit merah sedikit mengalami kenaikan. Itu karena memang faktor cuaca,” kata Menteri Perdagangan Budi Santoso.

Angka harga menunjukkan tekanan tidak hanya terjadi pada cabai rawit merah. Cabai merah keriting naik sekitar 21,17 persen menjadi Rp101.900-Rp105.600 per kilogram, sedangkan cabai merah besar tercatat Rp91.250 per kilogram. Sebaliknya, cabai rawit hijau turun tipis menjadi Rp52.500 per kilogram.

Data pembanding untuk Selasa mencatat cabai merah keriting Rp84.400 per kilogram, cabai merah besar Rp70.300 per kilogram, dan cabai rawit hijau Rp77.300 per kilogram.

Perbedaan angka itu menunjukkan harga yang dilaporkan tidak sama pada setiap pencatatan; angka pemerintah menggambarkan harga rata-rata yang sempat tercapai hingga awal November, sedangkan data pembanding menyajikan harga pada waktu pelaporan.

Pengiriman cabai diarahkan ke wilayah yang membutuhkan

Pemerintah menanggapi persoalan distribusi dengan mengirim komoditas dari wilayah surplus ke daerah yang membutuhkan pasokan. Jawa Timur dipilih untuk pengiriman cabai ke Halmahera karena provinsi itu memiliki surplus cabai, menurut Budi.

Halaman:12Semua Halaman

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

Uji dirimuTes Logika Ringan: 10 Soal Asah Otak, Berapa Skormu? →
TRENDING Link DANA Kaget Hari Ini 10 Agustus 2026: Klaim Saldo DANA Gratis Langsung Cair