“Kemarin kita ngirim (cabai) ke Halmahera ya, kan kita ngirim 7 ton dari Jawa Timur, karena Jawa Timur surplus cabai,” ujar Budi. Ia menyebut kerja sama pengiriman melibatkan Badan Pangan Nasional, Bank Indonesia, dan pemerintah daerah.
Langkah itu menyasar masalah yang langsung dirasakan konsumen: pasokan nasional yang cukup belum tentu membuat harga di setiap daerah ikut terkendali. Saat pengiriman tersendat atau stok terkonsentrasi di wilayah tertentu, pembeli di daerah yang kekurangan pasokan dapat menghadapi harga lebih tinggi.
Perbedaan harga cabai rawit merah dalam dua pencatatan juga menegaskan pentingnya membaca angka bersama waktu dan cakupannya. Nilai Rp124.400 per kilogram adalah rata-rata yang sempat dicapai hingga awal November menurut keterangan pemerintah, sementara Rp93.650 per kilogram tercatat dalam data pembanding pada Selasa.
Singkatnya, pasokan dan jalur kirim sama-sama menentukan harga di pasar. Pemerintah juga menyiapkan pengiriman telur ayam ras ke daerah dengan harga lebih tinggi. Budi menyebut harga rata-rata nasional telur Rp26.400 per kilogram, di bawah harga acuan Rp30.000 per kilogram, tetapi kendala distribusi masih membuat harga di beberapa wilayah meningkat.
Pengiriman cabai dan telur menjadi langkah yang ditempuh pemerintah untuk menstabilkan harga di daerah yang pasokannya terganggu. Pemerintah akan mengarahkan komoditas ke wilayah dengan harga lebih tinggi, sementara dampak distribusi terhadap harga setempat menjadi perkembangan yang perlu dicermati.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.