Selasa, 3 November 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI

Rupiah Ditutup Rp18.160 per Dolar AS, Pasar Menanti Pemilu Sela AS

Rupiah Ditutup Rp18.160 per Dolar AS, Pasar Menanti Pemilu Sela AS
Rupiah Ditutup Rp18.160 per Dolar AS, Pasar Menanti Pemilu Sela AS

Pelemahan rupiah menambah perhatian pelaku pasar terhadap arah dolar AS dan perkembangan ekonomi Amerika Serikat. Pada penutupan perdagangan Selasa, 3 November 2026, rupiah berada di level Rp18.160 per dolar AS.

Nilai itu turun empat poin atau 0,02 persen dari penutupan sebelumnya, yakni Rp18.156 per dolar AS. Pergerakan tipis tersebut berlangsung saat pasar menunggu hasil pemilihan umum paruh waktu AS serta sejumlah data tenaga kerja yang dapat memberi petunjuk tentang arah suku bunga Federal Reserve.

Analis mata uang sekaligus Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuabi, mengatakan agenda politik AS menjadi salah satu perhatian pasar. Pemilu sela pada 3 November 2026 memilih 35 anggota Senat dan seluruh 435 anggota Dewan Perwakilan Rakyat AS. Sejumlah negara bagian juga menggelar pemilihan anggota legislatif dan gubernur.

Pasar turut menanti jadwal rilis data ekonomi AS yang padat. Data lowongan kerja JOLTS dan perubahan tenaga kerja versi ADP termasuk indikator yang menjadi perhatian. Investor juga menunggu data ISM dan Nonfarm Payrolls untuk mencari petunjuk mengenai kondisi pasar tenaga kerja serta kemungkinan arah kebijakan suku bunga The Fed.

Pergerakan rupiah bukan satu-satunya yang melemah di kawasan. Yuan China turun 0,41 persen, ringgit Malaysia terkoreksi 0,09 persen, dolar Singapura melemah 0,13 persen, dan won Korea Selatan turun 0,03 persen. Sebaliknya, peso Filipina menguat 0,22 persen dan dolar Hong Kong naik 0,02 persen, sementara yen Jepang bergerak stagnan.

Di antara mata uang negara maju, euro menguat 0,06 persen, poundsterling naik 0,07 persen, dolar Kanada bertambah 0,15 persen, dan franc Swiss menguat 0,24 persen. Dolar Australia bergerak berlawanan, melemah 0,46 persen terhadap dolar AS.

Tekanan terhadap aset berisiko turut mewarnai perdagangan domestik. Analis mata uang DOO Financial Futures, Lukman Leong, menilai rupiah terpengaruh memburuknya sentimen penghindaran risiko di pasar saham Indonesia. Sikap investor yang berhati-hati menjelang data ekonomi AS ikut membatasi minat terhadap aset berisiko.

Perkembangan hubungan AS-Iran juga menjadi perhatian pasar. Ibrahim menyebut laporan mengenai serangan AS ke Pulau Qeshm, Iran, dengan sejumlah pejabat menyatakan aksi itu bersifat defensif. Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyampaikan keraguan mengenai kelanjutan ancaman serangan militer, sekaligus membuka kemungkinan tercapainya kesepakatan dengan Teheran.

Komunikasi kedua negara untuk mengakhiri perang masih berlangsung. Pembicaraan Iran dengan pihak penengah dari Qatar menghasilkan usulan yang telah diubah, tetapi belum membawa terobosan berarti. Ibrahim mengatakan fokus pasar saat ini tetap tertuju pada pemilu AS.

“Saat ini perhatian pasar akan tertuju pada pemilihan umum paruh waktu AS pada tanggal 3 November,” ujar Ibrahim.

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

Uji dirimuTes Logika Ringan: 10 Soal Asah Otak, Berapa Skormu? →
TRENDING Link DANA Kaget Hari Ini 10 Agustus 2026: Klaim Saldo DANA Gratis Langsung Cair