Selasa, 3 November 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI

Inflasi Oktober 2026 Capai 3,23 Persen, Cabai Merah Ikut Mendorong

Inflasi Oktober 2026 Capai 3,23 Persen, Cabai Merah Ikut Mendorong
Inflasi Oktober 2026 Capai 3,23 Persen, Cabai Merah Ikut Mendorong

Cabai merah ikut mengerek inflasi Indonesia pada Oktober 2026. BPS mencatat kenaikan harga konsumen sebesar 0,22 persen secara bulanan dan 3,23 persen dibandingkan Oktober tahun lalu.

Angka tahunan itu masih berada dalam rentang sasaran pemerintah dan Bank Indonesia, yakni 1 persen dengan toleransi plus atau minus 2,5 persen. Namun, laju harga pangan bergejolak menjadi perhatian karena berpotensi menambah tekanan pada belanja rumah tangga.

Badan Pusat Statistik mencatat cabai merah sebagai salah satu komoditas yang mendorong kenaikan harga. Tekanan juga datang dari cabai rawit, beras, daging ayam ras, daging sapi, tomat, serta sejumlah komoditas lain.

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau memberi andil terbesar terhadap inflasi tahunan, sebesar 1,40 poin persentase. Berikutnya kelompok transportasi dengan 0,59 poin persentase, lalu perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,32 poin persentase.

Di antara komoditas yang turut menyumbang inflasi tahunan terdapat bensin, ikan segar, emas perhiasan, minyak goreng, tarif angkutan udara, Sigaret Kretek Mesin, serta nasi dengan lauk. Gabungan kenaikan itu membuat tekanan harga tidak hanya terasa pada kebutuhan dapur.

Bagi rumah tangga, kenaikan harga cabai dan bahan pangan lain dapat langsung menambah biaya belanja sehari-hari.

Pada Senin, 2 November 2026, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan bahwa inflasi tahunan Oktober masih berada dalam rentang sasaran. Data itu juga memperlihatkan perbedaan sumbangan antarkelompok pengeluaran, dengan makanan, minuman, dan tembakau berada jauh di atas kelompok lain yang disebutkan.

Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengingatkan pemerintah agar mencermati pergerakan harga pangan bergejolak atau volatile food. Komponen ini mencatat inflasi 5,81 persen pada Oktober dan menyumbang 0,96 poin persentase terhadap inflasi tahunan.

Suahasil mengaitkan kewaspadaan itu dengan kondisi kekeringan yang dapat memengaruhi produksi. Ia mengatakan pemerintah akan berkoordinasi untuk menjaga ketersediaan pangan di berbagai daerah dan mengendalikan tekanan harga.

“Produksi barang-barang kita” perlu terus dicermati, kata Suahasil saat berada di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada Selasa, 3 November 2026. Koordinasi pasokan menjadi langkah yang disiapkan pemerintah, sementara perkembangan harga komoditas pangan tetap perlu dipantau.

Angka inflasi Oktober tercatat 3,23 persen secara tahunan, dengan harga bergejolak mencapai 5,81 persen.

(EV)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

Uji dirimuTes Logika Ringan: 10 Soal Asah Otak, Berapa Skormu? →
TRENDING Link DANA Kaget Hari Ini 10 Agustus 2026: Klaim Saldo DANA Gratis Langsung Cair