JAKARTA, JOURNALARTA.COM — Harga rata-rata nasional beras pada pekan pertama September 2026 masih stabil tinggi di angka Rp15.653 per kilogram. Angka ini naik 0,52% dibandingkan posisi Agustus 2026, menurut catatan Badan Pusat Statistik (BPS).
Kondisi ini menunjukkan bahwa konsumen masih harus membayar lebih mahal dari Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah. Kenaikan harga beras ini menjadi perhatian serius di tingkat nasional.
Rincian Harga Beras Nasional Terbaru
Data terbaru dari BPS dan Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan pada pekan kedua September 2026 menunjukkan:
| Jenis Beras | Harga Rata-rata Nasional | Perubahan (MoM) |
|---|---|---|
| Rata-rata Nasional | Rp15.653/kg | Naik 0,52% |
| Beras Medium | Rp14.630/kg | Naik 0,67% vs Agustus |
| Beras Premium | Rp16.480/kg | Naik 0,60% vs Agustus |
Sementara itu, pantauan di pasar tradisional oleh PIHPS Bank Indonesia pada 14 September 2026 mencatat harga:
- Beras Bawah I: Rp16.350/kg (naik 9,73%)
- Beras Medium I: Rp17.550/kg (naik 6,04%)
- Beras Super I: Rp18.500/kg (naik 3,64%)
Padahal, HET resmi pemerintah adalah Rp12.500/kg untuk beras medium, Rp14.900/kg untuk premium, dan Rp12.500/kg untuk beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Realitas di lapangan jauh di atas HET.
Ancaman El Nino dan Spekulan Picu Kenaikan Harga
Komisi IV DPR RI melalui Fraksi PKB mendesak pemerintah untuk waspada. Kenaikan harga beras di tengah ancaman El Nino harus segera diantisipasi agar tidak membebani masyarakat berpenghasilan rendah. Ancaman El Nino diperkirakan berlanjut hingga awal 2027, berpotensi mengganggu pasokan.
Selain faktor alam, dugaan aksi spekulan yang bermain di rantai pasok dari penggilingan hingga eceran juga menjadi penyebab. Hal ini menciptakan ketimpangan harga antarwilayah yang signifikan. BPS mencatat kenaikan harga pangan, termasuk beras medium dan premium, di 314 kabupaten/kota.
Stok Bulog Diklaim Aman 4,69 Juta Ton
Perum Bulog memastikan stok cadangan beras pemerintah (CBP) mencapai 4,69 juta ton, jumlah yang dianggap cukup untuk intervensi pasar. Direktur Operasi Bulog, Andi Afdal, menyatakan bahwa Bulog telah menyalurkan 400.000 ton CBP dalam dua pekan terakhir melalui program SPHP, bantuan pangan, dan Gerakan Pangan Murah (GPM).
Hingga September 2026, realisasi SPHP telah mencapai 95,22% dari target tahunan. Bulog juga siap menggelontorkan tambahan kuota 1 juta ton mulai September 2026 hingga Maret 2027. Efektivitas penyaluran ini sangat tergantung pada koordinasi dengan Pemerintah Daerah dan Satgas Pangan, dengan pemetaan wilayah prioritas yang membutuhkan intervensi.
Polda Metro Jaya, dalam pengecekan pada 14 September 2026, melaporkan stok beras di Pasar Anyar Tangerang, Superindo Cipondoh, dan Hypermart Metropolis terpantau aman dengan harga sesuai HET untuk SPHP dan premium.
Program Pemerintah untuk Stabilisasi Harga
Pemerintah terus menjalankan beberapa program untuk menstabilkan harga beras dan memastikan ketersediaan bagi masyarakat:
- SPHP (Stabilisasi Pasokan & Harga Pangan): Penjualan beras Bulog seharga Rp12.500/kg di pasar dan ritel modern.
- Bantuan Pangan Beras 10 kg/bulan: Ditujukan untuk 22 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) berpenghasilan rendah.
- Operasi Pasar Beras Premium: Dilakukan di ritel modern untuk mengatasi kelangkaan di wilayah perkotaan.
- Gerakan Pangan Murah (GPM): Rutin diselenggarakan di 514 kabupaten/kota yang dipantau BPS.
Pihak Bulog menyatakan akan melihat dampak intervensi ini dalam satu minggu ke depan. Harapannya, operasi besar-besaran SPHP, bantuan pangan, dan GPM dapat menahan laju kenaikan harga. Namun, Komisi IV DPR mengingatkan pemerintah untuk tidak menunggu harga semakin tinggi sebelum bertindak, melainkan melakukan antisipasi sejak awal.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.