Jumat, 2 Oktober 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI

Rupiah Perkasa Pagi Ini! Dolar AS Melemah ke Rp17.945 pada Jumat 2 Oktober 2026 Tapi Masih Dibayangi Tekanan

Rupiah Perkasa Pagi Ini
Rupiah Perkasa Pagi Ini! Dolar AS Melemah ke Rp17.945 pada Jumat 2 Oktober 2026 Tapi Masih Dibayangi Tekanan. Credit: Dok. JournalArta

JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Nilai tukar rupiah pada Jumat (2/10/2026) pagi berhasil menguat tipis setelah sempat tertekan di atas level Rp18.000 selama sepekan. Berdasarkan data Bloomberg pukul 09:05 – 09:38 WIB, mata uang Garuda bergerak di kisaran Rp17.942 – Rp17.955 per dolar AS, menunjukkan penguatan 11-22 poin atau 0,06% – 0,12% dari penutupan Kamis (1/10/2026) di level Rp17.966.

Penguatan ini menempatkan rupiah sekitar 53-58 poin di bawah level psikologis Rp18.000. Posisi terkuat rupiah tercatat di Rp17.942 per dolar AS pada pukul 09:24 WIB, sementara nilai umum yang sering dikutip berkisar Rp17.945 per dolar AS.

Faktor Pendukung dan Tekanan Global

Beberapa faktor domestik dan global berperan dalam pergerakan rupiah pagi ini. Dari dalam negeri, surplus neraca perdagangan Agustus 2026 yang di atas perkiraan Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan ekspor yang masih kuat. Selain itu, inflasi September yang di bawah ekspektasi turut menjaga daya beli masyarakat.

Dolar AS juga sedikit terkoreksi karena imbal hasil US Treasury turun cukup besar semalam, memberikan nafas bagi mata uang negara berkembang (EM). Namun, menurut analis Doo Financial Futures Lukman Leong, faktor-faktor ini belum cukup kuat menahan tekanan global yang lebih besar.

Faktor penekan global yang masih membayangi rupiah meliputi penguatan Dolar AS, dengan Indeks Dolar AS (DXY) di level 102,10 – 102,11. DXY sempat menyentuh level tertinggi 17 bulan terhadap euro dan telah naik enam kuartal berturut-turut, dengan kenaikan 3,84% sepanjang tahun ini. Ini merupakan periode penguatan terpanjang sejak tahun 2022.

Yield Treasury AS yang masih tinggi di atas 5,27% juga memicu aksi jual obligasi global, membuat aset dolar AS lebih menarik dan mendorong dana keluar dari negara-negara berkembang termasuk Indonesia. Kenaikan harga minyak mentah akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah, terutama pengerahan kapal induk ketiga AS dan sinyal serangan udara terhadap Iran, turut menekan rupiah karena Indonesia merupakan net importir minyak. Data ekonomi AS yang masih kuat, seperti ISM Manufaktur September di 54,5 dan klaim pengangguran awal 197.000, juga mendukung penguatan dolar AS.

Pergerakan Mata Uang Asia dan Kurs Bank Besar

Halaman:12Semua Halaman

(RE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Link DANA Kaget Hari Ini 10 Agustus 2026: Klaim Saldo DANA Gratis Langsung Cair