Senin, 27 Juli 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI

Kurs Rupiah Hari Ini Senin 27 Juli 2026: Dolar AS Menguat ke Rp17.990

Kurs Rupiah Hari Ini
Kurs Rupiah Hari Ini Senin 27 Juli 2026: Dolar AS Menguat ke Rp17.990. Credit: Dok. JournalArta

JAKARTA, JOURNALARTA.COMKurs Rupiah menguat terhadap Dolar AS pada Senin, 27 Juli 2026 pukul 13:45 WIB. Berdasarkan data update saat itu, 1 USD berada di Rp17.990 atau naik 0,12% dibanding hari sebelumnya.

Pergerakan ini langsung menarik perhatian karena posisi rupiah sudah mendekati Rp18.000 per dolar. Bagi pelaku impor, perjalanan, dan transaksi valuta asing, jarak tipis ke level itu bisa terasa cepat sekali dampaknya.

Kurs Rupiah Hari Ini terhadap Dolar AS

Di data pasar yang sama, kurs tengah BI tercatat di Rp17.973. Sementara itu, bank jual BI berada di Rp18.473 dan bank beli BI di Rp17.473.

Catatan di data menyebutkan kurs tengah BI menjadi acuan resmi transaksi perbankan dan pembayaran pemerintah. Karena itu, angka ini penting dibaca bukan cuma sebagai patokan pasar, tetapi juga sebagai rujukan di transaksi formal.

Jenis Kurs Nilai
Kurs Pasar Rp17.990 ▲ 0,12%
Kurs Tengah BI Rp17.973
Bank Jual BI Rp18.473
Bank Beli BI Rp17.473

Daftar Kurs Mata Uang Asing Hari Ini 27 Juli 2026

Tak hanya dolar AS yang bergerak menguat. Data yang sama menunjukkan sejumlah mata uang mayor juga terpantau naik terhadap rupiah dalam 24 jam terakhir.

Mata Uang 1 Unit = IDR Pergerakan 24 Jam
USD Dolar AS Rp17.990 ▲ 0,12%
EUR Euro Rp20.490 ▲ 0,21%
SGD Dolar Singapura Rp13.946 ▲ 0,20%
GBP Pound Inggris Rp23.987 ▲ 0,21%
AUD Dolar Australia Rp12.580 ▲ 0,30%
JPY Yen Jepang Rp110 ▲ 0,20%
CNY Yuan Tiongkok Rp2.653 ▲ 0,21%
MYR Ringgit Malaysia Rp4.399 ▲ 0,14%
SAR Riyal Saudi Rp4.797 ▲ 0,12%
HKD Dolar Hong Kong Rp2.295 ▲ 0,15%

Angka-angka itu memberi sinyal bahwa tekanan rupiah tidak datang dari satu mata uang saja. Euro, pound, dolar Singapura, sampai riyal Saudi sama-sama bergerak ke atas.

Faktor yang Mempengaruhi Kurs Rupiah Hari Ini

Draf data menyebut beberapa faktor yang ikut memengaruhi pergerakan kurs. Pertama, sentimen The Fed, karena pasar masih menunggu sinyal suku bunga bank sentral Amerika Serikat itu.

Kedua, BI Rate, karena Bank Indonesia menjaga stabilitas lewat suku bunga acuan. Ketiga, harga komoditas seperti CPO dan batu bara yang disebut menjadi penopang. Keempat, arus modal asing yang masih wait and see.

Empat faktor itu penting dibaca bersama. Rupiah tidak bergerak sendiri. Ada tarik-menarik antara sentimen global, kebijakan moneter, dan aliran dana asing yang masih berhitung.

Dampak ke Transaksi dan Biaya Harian

Untuk masyarakat, penguatan dolar ke Rp17.990 bisa berimbas ke barang impor. HP, laptop, dan sparepart berpotensi makin mahal bila tekanan kurs berlanjut. Biaya umroh dan haji juga ikut sensitif karena memakai riyal dan dolar.

Di sisi lain, emiten ekspor seperti CPO dan batubara disebut diuntungkan karena pendapatan valas bisa lebih bernilai saat dikonversi ke rupiah. Namun untuk pemerintah dan swasta yang punya utang luar negeri, beban cicilan berpotensi makin berat jika rupiah tak segera stabil.

Itu sebabnya level Rp18.000 jadi batas psikologis yang diperhatikan pasar. Begitu mendekat, pelaku usaha biasanya lebih hati-hati menentukan harga, jadwal pembelian valuta asing, dan kebutuhan pembayaran luar negeri.

Langkah Saat Kurs Tidak Stabil

Draf juga menyarankan tiga langkah sederhana menghadapi kurs yang tidak stabil. Pertama, menyiapkan dana darurat. Kedua, diversifikasi aset, termasuk ke emas atau deposito valas. Ketiga, memantau kurs secara rutin, terutama bagi yang sering bertransaksi lintas negara.

Disclaimer: Data kurs update Senin, 27 Juli 2026 pukul 13:45 WIB. Kurs bisa berubah sewaktu-waktu tergantung pasar. Selalu cek ke bank sebelum transaksi.

(RE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda