BERLIN — Ancaman bom penerbangan Eropa pada Selasa mengganggu sejumlah perjalanan udara, memicu pemeriksaan pesawat dan penutupan sementara bandara, meski seluruh ancaman yang diperiksa sejauh ini terbukti palsu. Sejumlah pesawat mendarat dengan selamat; tidak ada korban luka yang dilaporkan.
Dampaknya terasa langsung bagi penumpang: penerbangan dialihkan, pemeriksaan keamanan dilakukan, dan jadwal keberangkatan ikut terganggu. Salah satu pesawat bahkan mendapat pengawalan jet tempur Italia hingga mendarat.
Ancaman itu menargetkan penerbangan beberapa maskapai, termasuk LOT, Scandinavian Airlines (SAS), Wizz Air, dan Ryanair. Insiden terjadi di beberapa negara dalam rentang waktu berdekatan, sementara aparat masih berusaha mengidentifikasi pengirim ancaman.
Ancaman bom penerbangan Eropa ganggu rute dan pemeriksaan
Di Italia, sebuah penerbangan Ryanair dari Lisboa mendarat di Bandara Fiumicino, Roma, setelah pihak berwenang menerima email yang menyebut ada bom di pesawat. Petugas penjinak bom memeriksa penumpang, awak, dan bagasi, tetapi tidak menemukan bahan peledak.
Penerbangan Ryanair lain dari Dublin menuju Roma juga dilaporkan menerima ancaman. Pemeriksaan di pesawat itu pun tidak menemukan bahan peledak, menurut pejabat Fiumicino yang mengetahui penanganan kejadian.
Di Polandia, penerbangan LOT dari London menuju Warsawa dialihkan ke Bandara Modlin setelah muncul ancaman bom. Bandara Modlin sempat ditutup, sementara petugas memeriksa pesawat. LOT menyatakan tidak ada benda berbahaya yang ditemukan, dan operasional bandara kemudian kembali normal.
Bandara Chopin di Warsawa juga menerima informasi mengenai kemungkinan benda berbahaya di pesawat SAS dari Kopenhagen. Penumpang turun dan menjalani pemeriksaan, pesawat mendarat normal, sementara salah satu landasan ditutup sebagai bagian dari prosedur keselamatan.
Apa dampaknya bagi penumpang?
Setiap ancaman memaksa petugas memeriksa pesawat dan orang-orang di dalamnya sebelum penerbangan dapat dinyatakan aman. Pengalihan rute atau penutupan sementara bandara ikut mengubah perjalanan penumpang lain, bukan hanya mereka yang berada di pesawat sasaran.
Di Spanyol, penerbangan yang membawa 121 orang, termasuk awak, menjalani pemeriksaan setelah ancaman dilaporkan. Francisco Lucas, delegasi pemerintah Spanyol di wilayah Murcia, mengatakan penumpang dan kru diperiksa serta pesawat diteliti.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.