JAKARTA — Marvell Technology sepakat mengakuisisi Lumentum senilai 115 miliar dollar AS, atau sekitar Rp 2.094 triliun, dalam transaksi saham yang diumumkan pada Senin (2/11/2026) waktu Amerika Serikat. Akuisisi Lumentum ini memperluas bisnis Marvell di bidang konektivitas optik untuk pusat data kecerdasan buatan (AI).
Kesepakatan itu bernilai lebih besar daripada sejumlah akuisisi teknologi besar sebelumnya. Namun, dampak utamanya ada pada persaingan membangun jaringan yang mampu menghubungkan ribuan chip di pusat data AI.
Akuisisi Lumentum memperkuat konektivitas AI
Marvell membuat chip khusus dan perangkat jaringan untuk pusat data. Sementara itu, Lumentum memproduksi komponen optik, termasuk laser dan transceiver yang mengubah sinyal listrik menjadi cahaya dan sebaliknya.
Penggabungan kedua bisnis tersebut akan memberi Marvell portofolio konektivitas yang lebih lengkap. Perusahaan ingin mengambil posisi dalam peralihan industri menuju penggunaan koneksi optik untuk mengirim data antarchip.
Alasannya sederhana: pusat data AI harus menghubungkan banyak chip dan memindahkan data dengan cepat untuk melatih serta menjalankan model AI. Kabel tembaga selama ini digunakan untuk menghubungkan chip, tetapi kebutuhan transfer data yang terus meningkat membuat industri beralih ke sinyal cahaya.
Perubahan ini menyentuh bagian penting dari infrastruktur AI. Kecepatan pemrosesan tidak hanya bergantung pada kemampuan chip, tetapi juga pada seberapa cepat chip-chip itu dapat bertukar data di dalam pusat data.
Bagaimana skema saham dan jadwal akuisisinya?
Transaksi ini sepenuhnya menggunakan saham, bukan pembayaran tunai. Pemegang saham Lumentum akan menerima 4,5 lembar saham biasa Marvell untuk setiap satu lembar saham Lumentum yang mereka miliki.
Berdasarkan pengumuman resmi kedua perusahaan, nilai perusahaan dalam kesepakatan itu sekitar 115 miliar dollar AS. Nilai tersebut setara dengan sekitar 1.132 dollar AS, atau sekitar Rp 20,5 juta, untuk setiap saham Lumentum.
Setelah transaksi selesai, pemegang saham Marvell diperkirakan memiliki sekitar 67 persen saham perusahaan gabungan. Pemegang saham Lumentum akan menguasai sekitar 33 persen.
Marvell menargetkan akuisisi rampung pada semester I-2028. Penyelesaian transaksi masih menunggu persetujuan pemegang saham kedua perusahaan dan regulator terkait.
Nilainya melampaui sejumlah transaksi teknologi besar
Nilai akuisisi Lumentum lebih tinggi daripada pembelian Activision Blizzard oleh Microsoft, yang bernilai 68,7 miliar dollar AS atau sekitar Rp 1.249 triliun pada 2022. Nilainya juga melewati akuisisi EMC oleh Dell senilai 67 miliar dollar AS, sekitar Rp 1.218 triliun, pada 2016.
Perbandingan itu memberi gambaran skala transaksi Marvell, tetapi nilai besar saja tidak menjamin integrasi bisnis berjalan mulus. Perusahaan perlu menyatukan keahlian chip dan jaringan Marvell dengan komponen optik Lumentum, sementara persetujuan pemegang saham dan regulator masih menjadi tahapan berikutnya.
Bagi industri pusat data, penggabungan tersebut berpotensi mempertemukan lebih banyak bagian dari rantai konektivitas AI dalam satu perusahaan. Bagi pengguna layanan digital, kebutuhan komputasi AI yang terus bertambah membuat kapasitas dan kecepatan pusat data semakin relevan, meski kesepakatan ini belum berarti perubahan langsung pada layanan yang mereka pakai.
Matt Murphy, Chairman dan CEO Marvell, mengatakan konektivitas optik menjadi arah baru bagi infrastruktur AI. “Infrastruktur AI sedang mengalami pergeseran arsitektural mendasar menuju konektivitas optik, yang menciptakan peluang sekali dalam satu generasi,” ujar Murphy.
Ia menilai perusahaan yang bergerak lebih awal dapat ikut menentukan standar teknologi untuk masa mendatang. Target berikutnya kini adalah memperoleh persetujuan yang diperlukan agar transaksi dapat dituntaskan pada semester I-2028.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.