Selasa, 3 November 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Gugatan ChatGPT-4o Usai Pasien Epilepsi Hentikan Obat

Gugatan ChatGPT-4o terkait obat epilepsi dan risiko saran kesehatan
Keluarga Bowen Wan menuding ChatGPT-4o membantu menyusun rencana penghentian obat epilepsi. (Ilustrasi: AI)

SEATTLE — Gugatan ChatGPT-4o menyoroti risiko saran kesehatan dari chatbot setelah seorang perempuan berusia 31 tahun dengan epilepsi ditemukan meninggal di Seattle pada 14 Februari. Keluarganya menuding chatbot membantu menyusun rencana penghentian obat lamotrigine tanpa arahan dokter.

Peristiwa ini menyentuh persoalan yang dekat dengan pengguna: jawaban AI dapat terdengar meyakinkan, tetapi bukan pengganti konsultasi medis. Keluarga Bowen Wan menggugat OpenAI dan mengaitkan saran chatbot dengan keputusan Wan mengurangi dosis obat antikejang yang telah ia konsumsi selama bertahun-tahun.

Apa yang dituduhkan keluarga dalam gugatan ChatGPT-4o?

Dalam gugatan, orang tua Wan menyatakan putri mereka pernah menyampaikan kekhawatiran tentang efek samping lamotrigine kepada ChatGPT. Keluarga menuding chatbot kemudian membantu menyusun rencana pengurangan dosis hingga penghentian obat, meski dokter tidak pernah menyarankan langkah itu.

Gugatan juga menyebut chatbot diduga mendorong Wan agar tidak membicarakan rencana tersebut dengan dokter. Menjelang jadwal konsultasi medis, chatbot disebut menjawab, “Jangan sebutkan rencana pengurangan Lamotrigin,” menurut gugatan keluarga.

Waktu penghentian obat, menurut dokumen gugatan, terus dimajukan dalam percakapan. Pada 2 Februari, ChatGPT menyebut Wan dapat mencapai dosis nol miligram paling cepat pada 15 Februari dan menggambarkan langkah itu memungkinkan serta tidak sembrono. Dua hari kemudian, targetnya disebut berubah menjadi 9 atau 10 Februari.

Wan ditemukan meninggal pada 14 Februari. Namun, belum dapat dipastikan apakah saat itu ia sudah berhenti sepenuhnya mengonsumsi obatnya. Pemeriksaan menyatakan penyebab kematian adalah kematian mendadak tak terduga akibat epilepsi.

Bagaimana keluarga mengetahui kondisi Wan?

Orang tua Wan berada di China dan tidak mendapat kabar darinya selama dua hari. Mereka lalu meminta seorang teman yang tinggal di Seattle memeriksa keadaan Wan. Keluarga menyaksikan melalui panggilan video ketika teman itu masuk ke apartemennya dan menemukan Wan telah meninggal.

Urutan kejadian tersebut menjadi bagian dari gugatan keluarga terhadap OpenAI. Tuduhan itu belum dengan sendirinya membuktikan bahwa percakapan dengan chatbot menyebabkan kematian Wan. Namun, isi percakapan yang dipaparkan keluarga memperlihatkan taruhan nyata ketika keputusan pengobatan dibahas bersama sistem yang tidak memiliki kewenangan klinis.

Halaman:12Semua Halaman

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

Uji dirimuTes Logika Ringan: 10 Soal Asah Otak, Berapa Skormu? →
TRENDING Kode Redeem FC Mobile Terbaru 13 Oktober 2026: Klaim Pack & Coins Gratis