Kamis, 29 Oktober 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Saham Teknologi China Tertekan, Investor Ragukan Untung AI

Saham Teknologi China Tertekan, Investor Ragukan Untung AI
Saham Teknologi China Tertekan, Investor Ragukan Untung AI

SHANGHAI — Saham teknologi China merosot ketika investor mulai mempertanyakan apakah belanja besar untuk kecerdasan buatan (AI) akan menghasilkan laba yang sepadan. Tekanan ini terasa pada perusahaan teknologi dan produsen baterai, saat valuasi tinggi bertemu dengan pertumbuhan keuntungan yang lebih lambat.

Indeks STAR 50, yang mencakup 50 perusahaan terbesar dan paling likuid di STAR Market Shanghai, turun lebih dari 40 persen dari puncaknya pada Juli. Indeks itu menaungi perusahaan semikonduktor, AI, dan bidang teknologi tinggi lainnya.

CATL, produsen baterai yang selama ini menjadi salah satu kisah sukses teknologi China, juga kehilangan 37 persen sejak awal tahun. Penurunan sahamnya terjadi meski pendapatan perusahaan tumbuh kuat pada kuartal ketiga.

Saham teknologi China diuji oleh laba AI

Penurunan awalnya dipicu aksi ambil untung setelah reli saham yang kuat. Namun, perhatian investor kemudian beralih ke pertanyaan yang lebih mendasar: apakah pendapatan perusahaan mampu menopang valuasi saat ini, terutama ketika perusahaan menggelontorkan dana besar untuk AI.

Benjamin Cavender dari China Market Research Group mengatakan tekanan jual mula-mula berkaitan dengan koreksi valuasi dan aksi ambil untung. Kini, menurut dia, investor mulai menilai lebih kritis apakah laba perusahaan dapat membenarkan besarnya antusiasme terhadap AI.

Reli teknologi China sempat menguat setelah DeepSeek muncul pada awal 2025. Kemunculannya mendorong harapan bahwa perusahaan lokal dapat menantang pesaing Amerika Serikat dalam pengembangan AI. Optimisme itu mereda ketika pasar menuntut bukti bahwa investasi besar tersebut bisa menghasilkan pemasukan dan laba.

Tai Hui, kepala strategi pasar Asia-Pasifik di JPMorgan Asset Management, mengatakan investor ingin melihat bagaimana raksasa teknologi China mengubah belanja AI menjadi laba. Sejumlah penawaran saham perdana perusahaan AI memang mendapat sambutan awal yang kuat, tetapi minat investor kemudian surut.

Biayanya datang lebih dulu.

Vey-Sern Ling, penasihat ekuitas senior di Union Bancaire Privée, memperingatkan bahwa kenaikan investasi AI dapat menekan laba dalam waktu dekat. Prospek perusahaan menghasilkan uang dari teknologi itu dalam jangka panjang juga belum pasti.

Halaman:12Semua Halaman

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Kode Redeem FC Mobile Terbaru 13 Oktober 2026: Klaim Pack & Coins Gratis