Kamis, 5 November 2026 WIB
EKONOMI

ALLPack 2026: DQW Temui Hampir 500 Industri soal Vacuum Lifting

ALLPack 2026
ALLPack 2026

JAKARTA — PT Dimensi Quantum Wahyudi (DQW) menerima hampir 500 pelaku industri yang berkonsultasi soal vacuum lifting selama ALLPack Indonesia 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada 20-23 Oktober. Banyak pengunjung mencari cara mengurangi pengangkatan material secara manual di pabrik.

Kebutuhan itu berkaitan langsung dengan keselamatan pekerja dan kelancaran produksi. Pengangkatan manual berisiko menyebabkan cedera kerja, sekaligus dapat menghambat efisiensi proses manufaktur dan logistik.

Pengunjung ALLPack 2026 mencari solusi vacuum lifting

DQW menjadi salah satu perusahaan yang berpartisipasi dalam pameran industri pengemasan dan pengolahan tersebut. Industry Segment Manager DQW, Gery Adhiyoka, mengatakan pengunjung datang untuk berdiskusi mengenai efisiensi penanganan material di lingkungan pabrik.

Menurut Gery, sebagian besar orang yang berkonsultasi di booth DQW berasal dari divisi produksi dan engineering. Mereka membahas kebutuhan untuk mengurangi pekerjaan mengangkat beban secara manual, yang berpotensi menambah risiko keselamatan sekaligus mengganggu alur kerja.

Angka kunjungan itu memberi gambaran tentang perhatian pelaku industri terhadap proses pemindahan material. Bagi pabrik, penanganan beban bukan sekadar urusan tenaga kerja: pekerjaan yang berisiko dan alur yang tersendat dapat berpengaruh pada kegiatan produksi sehari-hari.

Mengapa alat bantu angkat jadi perhatian industri?

Penggunaan solusi vacuum lifting menjadi salah satu bahasan dalam konsultasi DQW. Fokusnya adalah membantu pelaku industri menangani material dan menekan kebutuhan pengangkatan manual. Dengan begitu, pembicaraan mengenai otomasi tidak hanya menyangkut lini pengemasan, tetapi juga aktivitas yang terjadi sebelum produk masuk ke tahap berikutnya.

Dampaknya terasa pada dua hal yang dicari pengunjung: pekerjaan yang lebih aman dan proses produksi yang lebih efisien. Mengurangi aktivitas angkat manual berpotensi meringankan pekerjaan operator, sementara penanganan material yang lebih lancar dapat membantu menjaga alur kerja di pabrik. Efek akhirnya bergantung pada kebutuhan dan penerapan di masing-masing fasilitas.

Minat terhadap alat bantu angkat juga muncul bersamaan dengan perhatian pada otomasi lini pengemasan. Keduanya menunjukkan kebutuhan industri manufaktur dan logistik terhadap proses kerja yang lebih tertata, dari penanganan material hingga kegiatan pengemasan.

Skala pameran mempertemukan pelaku industri

ALLPack Indonesia 2026 berlangsung selama empat hari di JIExpo Kemayoran. Pameran itu diikuti lebih dari 1.600 peserta dari 42 negara, termasuk 10 pelaku industri kecil dan menengah.

Di tengah peserta lintas negara dan sektor, konsultasi di stan DQW memperlihatkan persoalan praktis yang dibawa pengunjung: bagaimana menangani material tanpa terus mengandalkan tenaga angkat manual. Pengunjung dari bagian produksi dan engineering menghubungkan kebutuhan alat dengan risiko keselamatan serta efisiensi proses.

Bagi industri, persoalan ini dekat dengan kegiatan kerja harian. Pengurangan beban angkat manual dapat membantu menekan paparan risiko bagi pekerja, sementara perhatian pada kelancaran penanganan material menyentuh produktivitas lini. Itu sebabnya solusi alat bantu angkat menjadi bagian dari diskusi otomasi, bukan hanya urusan perangkat pengemasan.

Gery Adhiyoka menyebut hampir 500 pelaku industri datang berkonsultasi selama pameran. Pengunjung, kata dia, terutama mencari solusi untuk mengurangi aktivitas pengangkatan material manual yang berisiko mencederai pekerja dan menghambat efisiensi produksi.

(PE)

Artikel Untuk Anda

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram
Uji dirimuTes Hitungan dan Logika Cepat: 10 Soal Jebakan Otak, Berapa Skormu? →
TRENDING Link DANA Kaget Hari Ini 10 Agustus 2026: Klaim Saldo DANA Gratis Langsung Cair