PIDIE — Bentrok saat penertiban Bendera Bulan Bintang dalam perayaan Maulid di Kabupaten Pidie, Aceh, pada Rabu (4/11/26) menewaskan satu warga dan melukai 19 orang. Korban luka terdiri atas 13 warga dan enam prajurit TNI, menurut keterangan TNI Angkatan Darat.
Insiden itu terjadi di Desa Pulo Keunari, Kecamatan Tiro. Seorang warga meninggal, sementara aparat dan warga lain harus mendapat penanganan medis setelah situasi memanas saat bendera ditertibkan.
Bentrok Maulid Pidie bermula dari mediasi
Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat Brigjen TNI Donny Pramono mengatakan aparat TNI dan Polri lebih dulu berupaya berbicara dengan panitia kegiatan. Mereka meminta panitia tidak mengibarkan Bendera Bulan Bintang dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Namun, upaya pendekatan dan mediasi itu tidak mencapai kesepakatan. Panitia tetap ingin mempertahankan pengibaran bendera tersebut.
“Dalam peristiwa tersebut, tercatat 14 warga menjadi korban, yaitu satu orang meninggal dunia dan 13 orang mengalami luka-luka. Selain itu, enam personel TNI mengalami luka-luka dan telah mendapatkan penanganan medis sesuai kondisi masing-masing,” kata Donny dalam keterangannya, Kamis (5/11/26).
Korban meninggal bernama Abzalul Riza, warga Desa Dayah Gampong Baro, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie. Keluarga dan warga memakamkan jenazahnya pada Kamis dini hari sekitar pukul 01.00 WIB di pemakaman umum Desa Dayah Kampong Baru, Tiro, Pidie.
Bagaimana situasi berubah menjadi bentrokan?
Menurut penjelasan TNI AD, keadaan memanas ketika petugas menjalankan penertiban. Sejumlah orang disebut melempar batu dan kayu ke arah personel TNI. Aparat berupaya menenangkan massa dan membubarkan kerumunan dengan perlengkapan pengendalian huru-hara.
Situasi kemudian semakin sulit dikendalikan setelah sejumlah orang terlihat membawa senjata tajam. Aparat pengamanan lalu melepaskan tembakan peringatan secara bertahap, dimulai dengan munisi hampa dan dilanjutkan munisi karet.
Setelah massa membubarkan diri, personel TNI menurunkan Bendera Bulan Bintang di lokasi kegiatan. Rangkaian penanganan itu, menurut TNI AD, dilakukan sebagai upaya menjaga keamanan wilayah dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Dampak bentrokan terasa langsung bagi warga Pulo Keunari dan keluarga korban: satu orang meninggal, 13 warga mengalami luka, dan enam prajurit juga terluka. Jumlah korban warga yang disebut Donny mencapai 14 orang, sehingga total korban dalam peristiwa itu menjadi 20 orang jika prajurit yang terluka turut dihitung.
TNI AD menyampaikan keprihatinan atas kematian Abzalul Riza dan berharap para korban luka segera pulih. “TNI AD menyampaikan keprihatinan dan belasungkawa yang mendalam atas meninggalnya warga dalam peristiwa tersebut serta berharap seluruh korban luka segera pulih,” kata Donny.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.