Kamis, 5 November 2026 WIB
EKONOMI

Pajak Mobil Listrik Thailand Berubah, Ini Dampaknya bagi Industri

Pajak Mobil Listrik Thailand Berubah, Ini Dampaknya bagi Industri
Pajak Mobil Listrik Thailand Berubah, Ini Dampaknya bagi Industri

BANGKOK — Thailand menyetujui kenaikan pajak cukai mobil listrik impor utuh atau CBU dari 10 persen menjadi 35 persen, dengan aturan baru dijadwalkan berlaku mulai 1 Januari 2027. Perubahan ini menyasar kendaraan yang didatangkan tanpa basis manufaktur lokal dan menjadi bagian dari upaya pemerintah mendorong produksi di dalam negeri.

Keputusan tersebut muncul saat penjualan kendaraan listrik di Thailand tumbuh. Bagi produsen, importir, dan konsumen, arah kebijakan pajak ini dapat mengubah pertimbangan antara mendatangkan mobil jadi dan membangun fasilitas produksi setempat.

Pajak mobil listrik Thailand naik untuk dorong produksi lokal

Menteri Keuangan Thailand Ekniti Nitithanprapas menyatakan tarif baru itu merupakan bagian dari struktur pajak bertingkat. Pemerintah ingin memberi dukungan kepada perusahaan yang telah berinvestasi di pabrik dan rantai pasok domestik, sekaligus mendorong produsen yang masih mengandalkan impor agar mempertimbangkan produksi di Thailand.

Perubahan tarifnya cukup besar: mobil listrik CBU yang sebelumnya dikenai cukai 10 persen akan masuk ke tarif 35 persen. Rencana penerapan pada 1 Januari 2027 memberi pelaku industri waktu untuk menilai kembali strategi pasokan dan investasinya sebelum ketentuan mulai berlaku.

Namun, kebijakan ini tidak serta-merta berarti semua kendaraan listrik akan dikenai perlakuan yang sama. Perubahan yang dibahas secara khusus menyasar mobil impor utuh tanpa basis manufaktur di Thailand. Pemerintah mengaitkan skema baru dengan tingkat produksi lokal, bukan sekadar dengan meningkatnya jumlah kendaraan listrik yang beredar.

Mengapa Thailand mengubah pajak kendaraan listrik?

Data Federasi Industri Thailand (FTI), yang mengutip statistik Departemen Transportasi Darat, menunjukkan 22.587 kendaraan listrik baru terdaftar pada September 2026. Angka itu mencakup sepeda motor listrik dan meningkat 89,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Untuk kendaraan listrik penumpang saja, jumlah pendaftaran mencapai 19.425 unit pada September 2026, naik 98,6 persen secara tahunan. Pertumbuhan itu memberi konteks bagi perubahan kebijakan: pasar membesar, sementara pemerintah ingin lebih banyak nilai tambah dan kegiatan produksi berlangsung di dalam negeri.

Angka pendaftaran tersebut mencakup kendaraan listrik secara luas, sehingga tidak bisa dibaca sebagai jumlah mobil CBU saja. Meski begitu, pertumbuhan pasar menjelaskan mengapa struktur pajak menjadi perhatian bagi produsen yang mengincar konsumen Thailand. Kenaikan cukai dapat membuat strategi mengirim kendaraan jadi berbeda dari strategi merakit atau memproduksi secara lokal.

Dampak perubahan pajak bagi produsen dan pembeli

Bagi produsen, keputusan Thailand membuat pilihan lokasi produksi semakin penting. Perusahaan yang mengandalkan impor utuh perlu memperhitungkan tarif cukai baru dalam rencana bisnisnya, sedangkan investasi manufaktur lokal menjadi salah satu jalur yang secara terbuka didorong pemerintah.

Dampaknya bagi konsumen akan bergantung pada keputusan perusahaan dan cara perubahan pajak diterapkan pada kendaraan yang dijual. Jika beban cukai diteruskan ke harga, mobil listrik impor berpotensi menghadapi tekanan biaya. Namun, bahan kebijakan yang tersedia belum memastikan bagaimana setiap produsen akan merespons atau apakah perubahan tarif akan langsung tercermin pada harga ritel.

Persaingan industri regional ikut menjadi konteks penting. Perubahan aturan di Thailand menunjukkan pemerintah setempat menghubungkan pertumbuhan kendaraan listrik dengan investasi dan rantai pasok lokal. Bagi pasar Asia Tenggara, keputusan produsen untuk menambah kapasitas produksi atau tetap mengandalkan impor dapat memengaruhi arah persaingan antarpusat manufaktur.

Angka penjualan yang tumbuh cepat dan kenaikan cukai untuk CBU kini berjalan beriringan. Perhatian berikutnya tertuju pada langkah produsen otomotif: apakah mereka mempercepat pembicaraan investasi dan membangun basis produksi di Thailand sebelum aturan baru berlaku pada 1 Januari 2027.

(AP)

Artikel Untuk Anda

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram
Uji dirimuTes Hitungan dan Logika Cepat: 10 Soal Jebakan Otak, Berapa Skormu? →
TRENDING Link DANA Kaget Hari Ini 10 Agustus 2026: Klaim Saldo DANA Gratis Langsung Cair