JAKARTA — Biaya komputasi Anthropic menyerap 58 sen dari setiap dolar pendapatan perusahaan pada kuartal ketiga tahun ini. Beban itu membuat pertumbuhan bisnis AI mereka belum otomatis menghasilkan margin lebih tebal.
Pendapatan Anthropic naik dari US$ 11,5 miliar pada periode sebelumnya menjadi US$ 17 miliar. Namun, biaya komputasi dalam tiga bulan mencapai US$ 10 miliar, sementara perusahaan masih mengandalkan kapasitas dari penyedia lain untuk mengejar permintaan.
Mengapa biaya komputasi Anthropic terus membesar?
Permintaan terhadap layanan Anthropic tumbuh cepat, tetapi perusahaan harus menyediakan daya komputasi di tengah persaingan dengan OpenAI dan Meta. Kapasitas yang dibutuhkan tidak selalu tersedia lewat kontrak jangka panjang yang lebih murah.
Sekitar US$ 5 miliar dibayarkan melalui perjanjian jangka pendek dengan harga lebih tinggi. Ketika kebutuhan meningkat dan persediaan terbatas, Anthropic harus membeli kapasitas tambahan alih-alih menunggu infrastruktur miliknya siap.
Salah satu pos paling besar ialah pembayaran kepada SpaceX. Anthropic mengeluarkan US$ 1,25 miliar per bulan untuk penggunaan daya komputasi. Perusahaan juga memiliki perjanjian bernilai miliaran dolar dengan Nscale, Akamai, dan Volta.
Penyedia tersebut menawarkan kapasitas tambahan secara fleksibel, tetapi harganya lebih tinggi daripada kontrak jangka panjang dengan penyedia layanan cloud besar. Pembayaran kepada SpaceX saja setara hampir seperlima pendapatan Anthropic pada kuartal ketiga.
Bagaimana biaya Anthropic dibanding pesaing?
Rasio biaya komputasi Anthropic naik dari 48 sen menjadi 58 sen per dolar pendapatan. Sementara itu, perbandingan pendapatan terhadap biaya komputasi turun dari lebih dua kali lipat menjadi 1,72 kali lipat.
OpenAI diperkirakan mengeluarkan sekitar 40-45 sen per dolar pendapatan untuk komputasi. Google dan Meta berada di kisaran 25-35 sen. Kedua perusahaan itu membangun serta mengelola infrastruktur sendiri, sehingga lebih sedikit bergantung pada pembelian kapasitas dari pihak lain.
Angka-angka ini menunjukkan bahwa kenaikan pendapatan saja belum cukup untuk memperbaiki keekonomian layanan AI. Saat permintaan bertambah, perusahaan perlu menambah chip, kapasitas pusat data, dan pasokan listrik. Jika harus membeli sumber daya secara mendesak, ongkosnya dapat menekan margin.
Dampaknya terasa pada strategi bisnis dan harga layanan AI. Perusahaan yang tidak menguasai infrastruktur menghadapi biaya besar setiap kali penggunaan melonjak, sehingga ruang untuk menekan harga atau memperlebar margin menjadi lebih sempit. Bagi industri, keunggulan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan membuat model, tetapi juga oleh akses terhadap daya komputasi yang cukup dan terjangkau.
Bisakah pusat data sendiri menekan ongkos?
Anthropic berupaya mengurangi ketergantungan itu lewat proyek pusat data mandiri bernama Anthropic Direct. Perusahaan menargetkan biaya komputasi turun menjadi sekitar 35-40 persen dari pendapatan setelah proyek tersebut beroperasi penuh.
Namun pembangunan fasilitas membutuhkan waktu beberapa tahun, sedangkan permintaan tumbuh lebih cepat daripada kemampuan Anthropic menambah kapasitas sendiri. Perusahaan memperkirakan infrastruktur akan tetap menjadi pos pengeluaran terbesar pada masa mendatang.
Ketergantungan pada penyedia eksternal juga membedakan Anthropic dari Google dan Meta. Kedua perusahaan itu memiliki infrastruktur sendiri dan hubungan erat dengan TSMC untuk pasokan chip. Anthropic dan OpenAI, sebaliknya, bergantung pada pihak lain untuk memperoleh daya komputasi.
Para analis memperkirakan Anthropic baru dapat mencapai titik impas antara 2028 hingga 2030, bergantung pada keberhasilan menurunkan biaya komputasi. Perusahaan memasang target margin biaya yang lebih rendah, tetapi untuk sementara permintaan masih melaju lebih cepat daripada pembangunan pusat datanya.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.