Senin, 2 November 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Robot humanoid Max: Meta uji purwarupa untuk pekerjaan rumah

Robot humanoid Max
Robot humanoid Max

SHANGHAI — Robot humanoid Max dikembangkan Meta bersama perusahaan robotika China, Fourier, sebagai purwarupa untuk membantu pekerjaan rumah. Robot setinggi sekitar 1,5 meter itu dibuat dalam waktu sekitar tiga bulan, tetapi belum memiliki jadwal peluncuran untuk pasar massal.

Max dirancang untuk mengambil benda kecil dan berinteraksi lewat layar yang menampilkan ekspresi wajah. Pengembangannya berlangsung saat Amerika Serikat memperketat aturan terkait perangkat robot canggih buatan luar negeri.

Apa kemampuan robot humanoid Max?

Purwarupa pertama memiliki bobot 106 pon atau sekitar 48 kilogram. Perangkat ini dilengkapi layar, pelantang suara, serta tangan yang dirancang untuk memungut benda berukuran kecil.

Untuk sistem komputasinya, Max menggunakan cip Jetson Thor buatan NVIDIA. Rancangan itu menunjukkan bahwa robot ditujukan untuk bergerak dan berinteraksi dengan benda di lingkungan rumah, bukan sekadar tampil sebagai perangkat demonstrasi.

Namun, laporan mengenai proyek ini belum dapat diverifikasi secara independen. Karena itu, rincian kemampuan Max yang disebutkan masih menggambarkan spesifikasi purwarupa, bukan bukti bahwa robot tersebut sudah siap dipakai konsumen.

Max 2 membawa perubahan desain

Meta menggelar demonstrasi internal pada Agustus. Sejak September, perusahaan itu mengembangkan versi kedua bernama Max 2 dengan perubahan pada badan dan tangan.

Versi baru tersebut juga menambahkan proyektor dan sensor untuk membantu robot menghadapi tangga dengan lebih sigap. Perubahan ini berkaitan langsung dengan tantangan penggunaan di rumah: robot perlu mengenali lingkungan dan bergerak melewati bagian-bagian yang tidak selalu rata atau mudah dilalui.

Belum ada tanggal peluncuran Max untuk pasar massal. Jadi, pengembangan Max 2 belum berarti konsumen dapat segera membeli robot pengurus rumah itu.

Mengapa proyek ini penting bagi pasar robot?

Meta telah mengarahkan perhatian ke perangkat keras robot dalam beberapa tahap. Tahun lalu, perusahaan itu dilaporkan membentuk tim untuk mengembangkan perangkat robot dengan tujuan jangka panjang mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Pada awal tahun ini, Meta juga mengakuisisi startup yang membuat kecerdasan buatan untuk robot.

Kerja sama dengan Fourier memberi Meta mitra dari Shanghai dalam pembuatan purwarupa. Bagi industri robotika, proyek ini memperlihatkan bahwa pengembangan robot rumah tangga membutuhkan gabungan perangkat fisik, sensor, dan sistem kecerdasan buatan.

Bagi konsumen, dampak yang paling dekat masih berupa arah pengembangan: pekerjaan rumah menjadi sasaran teknologi, tetapi Max belum diumumkan sebagai produk yang bisa dibeli.

Di Amerika Serikat, proyek itu berhadapan dengan pengetatan aturan. Pada September, Komisi Komunikasi Federal memasukkan perangkat robot canggih produksi luar negeri ke dalam daftar keamanan nasional yang disebut “Covered List”. Kebijakan tersebut menambah lapisan ketidakpastian bagi pengembangan dan pemasaran perangkat robot lintas negara.

Dengan demikian, Max berada pada tahap purwarupa dan pengujian internal, sementara versi keduanya masih dikembangkan. Meta belum mengumumkan kapan robot itu akan tersedia secara komersial.

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

Uji dirimuTes Logika Ringan: 10 Soal Asah Otak, Berapa Skormu? →
TRENDING Kode Redeem FC Mobile Terbaru 13 Oktober 2026: Klaim Pack & Coins Gratis