Jumat, 6 November 2026 WIB
TEKNOLOGI

Untan Ajari Siswa SMAN 2 Sungai Raya Cakap Pakai AI

Edukasi AI Untan untuk murid SMAN 2 Sungai Raya di kelas
Murid SMAN 2 Sungai Raya mengikuti edukasi pemanfaatan AI untuk pembelajaran dan kreativitas digital. (Ilustrasi: AI)

PONTIANAK — Pelajar SMAN 2 Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, mendapat edukasi penggunaan AI agar keterampilan digital mereka berkembang tanpa mengabaikan sikap kritis dan etika akademik. Tim Pengabdian kepada Masyarakat FISIP Universitas Tanjungpura (Untan) menggelar kegiatan itu di sekolah yang berada di Desa Kapur.

Bagi siswa, kecakapan memakai teknologi bukan sekadar soal menghasilkan teks atau gambar lebih cepat. Mereka juga perlu memeriksa kebenaran informasi dan menjaga data pribadi saat menggunakan aplikasi AI.

Materi AI apa yang dipelajari murid?

Tim Untan memperkenalkan aplikasi AI berbasis teks, visual, audio, dan video. Murid juga berlatih menyusun perintah atau prompt agar keluaran teknologi sesuai dengan kebutuhan mereka.

Kegiatan bertajuk Pengembangan Keterampilan Pelajar SMA dalam Pemanfaatan Kecerdasan Buatan untuk Pembelajaran dan Kreativitas Digital itu turut membahas etika digital dan integritas akademik. Artinya, penggunaan AI untuk tugas sekolah tidak cukup dinilai dari hasil akhirnya; proses belajar dan kontribusi pemikiran murid tetap penting.

Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat FISIP Untan, Nurfitri Nugrahaningsih, mengatakan akses yang semakin mudah terhadap teknologi AI perlu berjalan bersama peningkatan literasi digital dan pemahaman etika.

“Harapannya dengan kegiatan ini, para murid SMA Negeri 2 Sungai Raya dapat memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan secara bijak dan produktif untuk mendukung proses belajar,” kata Nurfitri dalam keterangan yang diterima di Pontianak, Kamis.

Mengapa hasil AI perlu diperiksa ulang?

AI dapat menyajikan informasi keliru atau fiktif dengan bahasa yang terdengar meyakinkan. Wakil Ketua Komisi Informasi Kalimantan Barat Marhasak Reinardo Sinaga, salah satu narasumber, mengingatkan murid agar tidak menjadikan jawaban mesin sebagai hasil akhir.

“AI itu adalah alat bantu atau mesin yang dibuat untuk membantu, yang namanya membantu bukan menghasilkan produk final secara instan tanpa ada sentuhan pemikiran manusia,” kata Marhasak.

Pesannya menyentuh risiko yang dekat dengan kegiatan belajar. Jawaban yang tampak rapi belum tentu benar, sehingga murid perlu memeriksa informasi melalui verifikasi dan membandingkannya dengan sumber tepercaya. Tanpa kebiasaan itu, kesalahan keluaran AI dapat ikut terbawa ke tugas sekolah seolah-olah sudah teruji.

Jangan langsung percaya.

Diskusi di sekolah juga mengangkat batas etis penggunaan AI untuk mengerjakan tugas, perlindungan data pribadi, serta cara membedakan konten buatan mesin dari karya manusia. Pembahasan ini memberi ruang bagi siswa untuk memahami bahwa penggunaan teknologi membawa tanggung jawab, bukan hanya kemudahan.

Literasi AI di sekolah menuntut sikap kritis

Bagi lingkungan sekolah, keterampilan menyusun prompt dapat membantu murid memanfaatkan beragam aplikasi. Namun, kemampuan itu perlu disertai kebiasaan menguji keluaran, mempertimbangkan etika, dan menjaga informasi pribadi. Ketiganya menentukan apakah AI mendukung proses belajar atau justru menggantikan bagian penting dari proses tersebut.

Tim FISIP Untan berharap kegiatan itu meningkatkan literasi AI, keterampilan digital, dan pemahaman etika para pelajar. Dampaknya bagi murid terletak pada cara mereka menggunakan teknologi dalam belajar: AI dapat membantu mencari atau mengolah gagasan, sementara pemeriksaan fakta dan keputusan akhir tetap memerlukan penilaian manusia.

Tim juga berharap edukasi serupa dapat diterapkan di sekolah lain di Kabupaten Kubu Raya dan wilayah Kalimantan Barat. Jika program itu berlanjut, pembahasan tentang verifikasi informasi, integritas akademik, dan perlindungan data akan tetap menjadi bagian penting dari pengenalan AI di sekolah.

(AN)

Artikel Untuk Anda

📲
Ikuti JournalArta di WhatsApp & Telegram

Berita terpenting nasional, ekonomi, dan teknologi langsung di HP-mu. Gratis, tanpa spam.

Bagikan: Facebook Twitter Telegram
Fakta atau hoaks? Uji kejelianmuFakta atau Hoaks? 6 Kabar Viral Awal November 2026 →
TRENDING Kode Redeem FC Mobile Terbaru 13 Oktober 2026: Klaim Pack & Coins Gratis