Jumat, 6 November 2026 WIB
TEKNOLOGI

Serangan Siber Credit Mutuel Arkea: Dana Korporat Dibobol

Serangan Siber Credit Mutuel Arkea
Serangan Siber Credit Mutuel Arkea: Dana Korporat Dibobol. (Ilustrasi: AI)

PARIS — Serangan siber terhadap Credit Mutuel Arkea mengganggu sebagian transfer, tetapi bank itu memastikan dana nasabah tetap aman. Dalam pernyataan Rabu (4/11), bank Prancis tersebut mengatakan uang yang menjadi sasaran adalah dana korporasi.

Jumlah kerugian belum dipastikan. Investigator blockchain ZachXBT memperkirakan lebih dari Rp2 triliun dicuri, sedangkan Credit Mutuel Arkea menyatakan angka yang beredar lebih besar daripada jumlah sebenarnya.

Berapa dana yang dicuri dalam serangan siber Credit Mutuel Arkea?

Credit Mutuel Arkea belum mengumumkan angka pasti. Bank menyebut nilai kerugian lebih kecil daripada yang beredar dan tidak sampai mengganggu kekuatan finansial grup.

Juru bicara bank mengatakan tim masih menghitung dampak keuangan insiden itu. “Masih terlalu dini untuk memberikan angka pasti,” katanya.

Perbedaan keterangan ini penting. Perkiraan ZachXBT bukan angka yang dikonfirmasi bank, sehingga nilai lebih dari Rp2 triliun masih harus dibedakan dari jumlah kerugian resmi. Bank juga tidak memastikan apakah dana yang dicuri berbentuk mata uang kripto.

Dana nasabah disebut tetap aman

Bank menyatakan insiden tersebut tidak mengenai aset nasabah. Dampak yang diakui kepada nasabah berupa keterlambatan pelaksanaan transfer tertentu.

“Insiden ini tidak berdampak pada aset (nasabah) dan hanya menyebabkan keterlambatan dalam pelaksanaan transfer tertentu,” demikian pernyataan Credit Mutuel Arkea.

Bagi nasabah, jaminan itu meredakan kekhawatiran soal saldo dan keamanan simpanan. Namun, keterlambatan transfer tetap dapat mengganggu pembayaran yang bergantung pada dana masuk atau keluar tepat waktu. Bank mengatakan serangan telah ditangani dan pihak berwenang segera diberi tahu setelah insiden terdeteksi.

Kasus ini juga memperlihatkan perbedaan antara dana korporasi yang menjadi sasaran dan aset nasabah yang dikelola bank. Keduanya berada dalam lingkungan layanan keuangan yang sama, tetapi Credit Mutuel Arkea menegaskan hanya dana korporasi yang terdampak.

Bagaimana dana dicuri dan dicuci?

ZachXBT melaporkan pencurian berlangsung selama beberapa hari. Sebagian dana, menurut investigator blockchain itu, dicuci melalui platform mata uang kripto setelah dikonversi menjadi stablecoin.

Stablecoin adalah aset kripto yang dirancang memiliki nilai lebih stabil dibandingkan sejumlah mata uang kripto lain. Dalam kasus ini, informasi mengenai konversi dan pencucian dana berasal dari laporan ZachXBT, bukan pengakuan bank. Credit Mutuel Arkea menolak berkomentar apakah uang yang dicuri berbentuk kripto.

Ketidakpastian itu membuat penilaian kerugian belum tuntas. Bank masih menaksir konsekuensi finansial, sementara dugaan aliran dana melalui aset digital memberi penyidik jalur transaksi yang perlu ditelusuri.

Serangan terjadi di tengah rentetan insiden siber

Peristiwa di Credit Mutuel Arkea muncul setelah pencurian mata uang kripto senilai US$6,3 miliar dari bursa Binance pada pekan sebelumnya. Bahan sumber juga menyebut serangkaian serangan siber terhadap fasilitas pendingin di sejumlah negara Eropa.

Di Prancis, tiga bank darah regional turut menjadi sasaran. Lemari pendingin yang menyimpan produk darah ditargetkan dalam serangan tersebut, menunjukkan bahwa dampak kejahatan siber dapat menjangkau layanan yang berbeda dari perbankan.

Credit Mutuel Arkea memiliki 5,8 juta nasabah dan aset senilai 211,5 miliar euro. Skala itu menempatkannya sebagai salah satu perusahaan keuangan besar di Prancis, meski lebih kecil daripada BNP Paribas atau Societe Generale.

Bank kini berfokus menghitung nilai kerugian dan memastikan layanan transfer kembali berjalan. Untuk sementara, angka yang disebut investigator tetap berupa perkiraan: lebih dari Rp2 triliun.

(AN)

Artikel Untuk Anda

📲
Ikuti JournalArta di WhatsApp & Telegram

Berita terpenting nasional, ekonomi, dan teknologi langsung di HP-mu. Gratis, tanpa spam.

Bagikan: Facebook Twitter Telegram
Fakta atau hoaks? Uji kejelianmuFakta atau Hoaks? 6 Kabar Viral Awal November 2026 →
TRENDING Kode Redeem FC Mobile Terbaru 13 Oktober 2026: Klaim Pack & Coins Gratis