JAKARTA — Investasi 30 persen terhadap PDB menjadi strategi pemerintah untuk mengejar pertumbuhan ekonomi nasional hingga 7,5 persen. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut target investasi itu perlu disertai efisiensi penggunaan modal.
Pemerintah juga akan mendalami penataan biaya logistik nasional. Langkah ini diarahkan untuk menekan Incremental Capital Output Ratio (ICOR), ukuran yang dalam penjelasan Airlangga berkaitan dengan efisiensi penggunaan modal.
Bagaimana investasi 30 persen PDB mendorong pertumbuhan?
Airlangga menjelaskan, kombinasi investasi sebesar 30 persen dari PDB dan ICOR di bawah 4 persen dapat membuka jalan menuju pertumbuhan ekonomi 7 hingga 7,5 persen. Ia mencontohkan capaian efisiensi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan kawasan industri.
“Jadi, kalau dengan investasi 30% kemudian kalau I-Corenya bisa ditekan seperti di kawasan ekonomi khusus atau di kawasan industri yang angkanya kurang dari 4%, maka pertumbuhan 7-7,5% itu bisa dikejar,” kata Airlangga di Jakarta.
Target itu menempatkan mutu investasi sebagai perhatian penting, bukan sekadar besarnya modal yang masuk. Pemerintah ingin memastikan investasi yang dihimpun, baik dari dalam maupun luar negeri, digunakan secara efisien di lapangan.
Efisiensi menjadi kuncinya.
Penataan logistik dan pemantauan modal
Pemerintah menyatakan akan mengkaji penataan biaya logistik nasional sebagai salah satu cara menekan ICOR. Fokus tersebut menghubungkan biaya distribusi dengan produktivitas modal: upaya menurunkan beban logistik ditujukan agar penggunaan investasi lebih efisien.
Airlangga juga menyebut pemerintah terus memantau efektivitas penggunaan modal di berbagai sektor usaha. Dengan pemantauan itu, pemerintah ingin melihat bagaimana investasi bekerja di lapangan, selaras dengan target mempertahankan kontribusinya pada level 30 persen terhadap PDB.
Bagi dunia usaha, arah kebijakan ini berarti efisiensi operasional dan biaya logistik masuk dalam agenda yang berkaitan langsung dengan sasaran pertumbuhan. Jika modal digunakan lebih produktif, target investasi tidak hanya diukur dari jumlah yang dihimpun, tetapi juga dari kemampuannya mendorong aktivitas ekonomi.
Namun, penataan biaya logistik dan pemantauan penggunaan modal merupakan bagian dari strategi yang disampaikan pemerintah; ukuran yang disebut Airlangga sebagai penopang sasaran pertumbuhan ialah ICOR di bawah 4 persen di kawasan ekonomi khusus maupun kawasan industri.
Airlangga menilai perpaduan investasi 30 persen terhadap PDB dan efisiensi ICOR dapat mendorong ekonomi tumbuh lebih cepat. Pemerintah menargetkan pertumbuhan nasional berada pada kisaran 7 hingga 7,5 persen.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.