Sabtu, 7 November 2026 WIB
KULINER

Resep Pempek Kapal Selam: Adonan Tenggiri Kenyal dan Cuko Hitam yang Menggigit

Ilustrasi pempek kapal selam, lenjer, dan adaan dengan semangkuk kuah cuko, mi kuning, dan irisan mentimun
Ilustrasi pempek kapal selam, lenjer, dan adaan dengan semangkuk kuah cuko, mi kuning, dan irisan mentimun. (Ilustrasi: AI)

Ringkasan cepat

  • Hasil 6 pempek kapal selam ukuran sedang dari 500 g tenggiri giling dan 300 g tapioka, lengkap dengan cuko, mi kuning, dan timun.
  • Butuh sekitar 40 menit persiapan dan 45 menit memasak.
  • Kunci kenyal ada pada ikan dan air yang benar-benar dingin, serta tapioka yang tidak diaduk terlalu lama.
  • Pempek direbus sampai mengapung, lanjut 5 menit agar telur matang, lalu digoreng menjelang makan.

Pisau menembus kulit yang keemasan, dan di tengah pempek yang kenyal muncul telur matang. Cuko dituang. Warnanya hitam mengilap, rasanya manis gula batok, asam, lalu pedas rawit yang datang belakangan. Di bawahnya, mi kuning dan dadu timun menunggu menyerap sisanya.

Membuat kapal selam di rumah lebih mudah dari yang dibayangkan, asal Anda tahu dua hal. Ikan dan air harus dingin, dan tapioka hanya perlu diaduk sampai rata. Sisanya pekerjaan tangan yang cepat terasa menyenangkan: membentuk mangkuk, menuang telur, menjepit rapat.

Takaran di bawah menghasilkan enam kapal selam ukuran sedang. Cukonya sengaja dibuat cukup banyak, karena di meja selalu ada yang ingin menyiram lagi.

Resep Pempek Kapal Selam dengan Cuko

  • Porsi: 6 buah kapal selam (6 porsi)
  • Persiapan: 40 menit
  • Memasak: 45 menit

Bahan-bahan

Adonan

  • 500 g daging ikan tenggiri giling, dinginkan
  • 300 g tepung tapioka (sagu), plus 75 g untuk menabur
  • 180 ml air es
  • 3 siung bawang putih, haluskan
  • 1,5 sdt garam
  • 1 sdt gula pasir
  • 1 butir putih telur

Isi dan merebus

  • 6 butir telur ayam ukuran kecil
  • 2 liter air
  • 1 sdm minyak goreng
  • Minyak goreng secukupnya untuk menggoreng

Cuko

  • 300 g gula batok atau gula aren, sisir
  • 600 ml air
  • 6 siung bawang putih
  • 10 buah cabai rawit hijau, sesuaikan selera
  • 1 sdm ebi, rendam air hangat
  • 1 sdm asam jawa
  • 1 sdm cuka masak
  • 1 sdt garam

Pelengkap

  • 200 g mi kuning, seduh
  • 1 buah timun, potong dadu kecil
  • 2 sdm ebi sangrai, tumbuk halus

Cara membuat

  1. Aduk ikan dengan air esCampur ikan, bawang putih, garam, gula, dan putih telur di mangkuk besar. Tuang air es sedikit demi sedikit sambil diaduk sampai adonan lengket dan mengilap.
  2. Masukkan tapiokaTambahkan 300 g tapioka bertahap, aduk dengan gerakan melipat sampai rata dan bisa dibentuk. Berhenti begitu tepung tak lagi terlihat. Adonan akan sedikit lengket, dan itu normal.
  3. Bentuk mangkukBagi adonan menjadi 6 bagian, masing-masing sekitar 160 g. Taburi tangan dengan tapioka, lalu bentuk tiap bagian seperti mangkuk dalam dengan dinding setebal sekitar 1 cm.
  4. Isi telur dan tutupPecahkan satu telur ke gelas kecil, tuang pelan ke dalam mangkuk adonan. Lipat pinggirnya, tekan dan jepit sampai rapat membentuk setengah lingkaran. Letakkan di alas bertabur tapioka. Ulangi sampai habis.
  5. Rebus sampai mengapungDidihkan air dan minyak, lalu kecilkan sampai didih sedang. Masukkan pempek satu per satu. Setelah mengapung, biarkan 5 menit lagi supaya telurnya matang, sekitar 15 menit total. Angkat dan angin-anginkan di rak sampai dingin.
  6. Masak cukoRebus air, gula batok, dan asam jawa sekitar 10 menit, lalu saring. Haluskan bawang putih, cabai rawit, dan ebi, masukkan ke larutan gula, lalu tambahkan garam dan cuka. Didihkan pelan 10 menit sampai harum. Cicipi dan sesuaikan asam, manis, dan pedasnya.
  7. Goreng dan sajikanGoreng pempek dalam minyak panas sedang 3 sampai 4 menit sampai keemasan, tiriskan. Potong-potong, tata di atas mi kuning, siram cuko, lalu taburi timun dan ebi bubuk.

Tips

  • Simpan ikan giling di kulkas sampai saat dipakai. Adonan yang dingin lebih mudah menjadi kenyal.
  • Jangan menguleni tapioka terlalu lama. Adonan yang terlalu padat membuat pempek keras setelah matang.
  • Untuk percobaan pertama, pakai kuning telur saja. Isinya lebih sedikit dan peluang bocor saat menutup lebih kecil.
  • Mengolesi tangan dengan sedikit minyak juga membantu adonan tidak menempel saat dibentuk.

Asal-usul yang tak pernah tercatat rapi

Pempek jelas milik Palembang, tetapi sejarah penciptaannya tidak jelas. Yang beredar adalah cerita. Cerita rakyat paling populer bermula pada abad ke-16, ketika seorang perantau Tionghoa di dekat Sungai Musi mencampur ikan tangkapan yang berlebih dengan tapioka dan bumbu, lalu menjajakannya. Warga memanggilnya apek, sebutan untuk lelaki tua, dan ada yang percaya nama pempek berasal dari panggilan itu.

Ada pula yang menarik garis lebih jauh, ke kelesan, hidangan kukus dari sagu dan ikan yang diperkirakan sudah ada pada masa Sriwijaya. Teori lain melihat pempek sebagai adaptasi kue ikan dari Tiongkok selatan. Belum ada bukti yang memutuskan semuanya. Satu hal lebih mudah dipegang: tapioka baru tiba di Asia pada abad ke-16, dan sebelum itu adonan ikan memakai sagu. Sampai sekarang, banyak orang masih menyebut tepung pempek sebagai sagu.

Ikan apa yang dipakai

Tenggiri paling sering dipakai. Gabus juga umum. Belida secara tradisi dianggap paling enak, tetapi langka dan mahal, sedangkan di luar Sumatera Selatan ada yang memakai gurami.

Ragam dari satu adonan

  • Kapal selam: berisi telur utuh, seperti resep di atas.
  • Telur kecil: ukuran lebih kecil dengan kuning telur.
  • Lenjer: silinder panjang yang direbus lalu digoreng.
  • Keriting: adonan dibentuk seperti gulungan mi kecil.
  • Adaan: bulat, biasanya dengan bawang merah atau daun bawang.
  • Pistel: berisi pepaya muda.
  • Kulit: memakai kulit ikan, warnanya lebih gelap dan aromanya lebih kuat.

Adonan serupa juga menjadi lenggang, model, dan tekwan.

Cara menyajikan dan menyimpan

Goreng pempek sesaat sebelum makan agar kulitnya masih renyah saat bertemu cuko. Sisihkan cuko dalam mangkuk kecil bagi yang suka mencelup.

Pempek yang sudah direbus dan didinginkan bisa disimpan tertutup di kulkas selama 3 sampai 4 hari, atau dibekukan sampai 3 atau 4 bulan. Cairkan yang beku di kulkas, lalu goreng saat akan disantap sampai bagian tengahnya panas. Cuko disimpan terpisah dalam wadah bersih di kulkas dan didihkan lagi sebelum dipakai.

Pertanyaan yang sering diajukan

Kenapa pempek saya keras?

Biasanya tepung terlalu banyak atau adonan terlalu lama diuleni. Tambahkan tapioka hanya sampai adonan bisa dibentuk, dan jaga ikan serta air tetap dingin.

Bolehkah pempek tidak digoreng?

Boleh. Pempek rebus sudah matang dan bisa langsung dimakan dengan cuko. Menggoreng memberi kulit yang lebih renyah dan warna keemasan.

Kenapa telur bocor saat direbus?

Biasanya pinggir adonan belum tertutup rapat, dinding mangkuk terlalu tipis, atau telurnya terlalu besar. Pakai telur kecil dan jepit sampai sambungan tak terlihat.

Disusun redaksi JournalArta dengan bantuan AI. Takaran bisa disesuaikan dengan selera.

(FI)

Artikel Untuk Anda

📲
Ikuti JournalArta di WhatsApp & Telegram

Berita terpenting nasional, ekonomi, dan teknologi langsung di HP-mu. Gratis, tanpa spam.

Bagikan: Facebook Twitter Telegram
Uji dirimuKuis Sejarah Hari Pahlawan: 10 Soal Pertempuran Surabaya 1945, Berapa Skormu? →
TRENDING Resep Soto Betawi Santan Susu: Kuah Gurih yang Berawal dari Santan yang Habis